Bank Syariah Mandiri Catat Laba Rp 368 M

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 13 Mei 2020 12:17 WIB
PT Bank Syariah Mandiri terus berekspansi untuk memperluas akses dan meningkatkan layanan bagi masyarakat Aceh. Mereka membuka 5 kantor cabang baru.
Foto: Istimewa/Dok. Syariah Mandiri
Jakarta -

PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) hingga akhir Maret 2020 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 368 miliar atau naik 51,53% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba ditopang pendapatan margin dan fee based income yang antara lain disumbang dari transformasi bisnis digital.

"Alhamdullilah, kami berterima kasih atas dukungan dan kepercayaannya seluruh stakeholders khususnya nasabah kepada Mandiri Syariah. Juga dukungan Mandiri Group kepada Mandiri Syariah baik melalui sinergi produk layanan dan lain-lain," kata Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari, Selasa (12/5/2020).

Direktur IT, Operation & Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii menambahkan pengembangan fitur digital berdampak pada peningkatan jumlah pendapatan fee based income (FBI).

FBI digital channel naik 36,97% dari Rp 52,06 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 71,31 miliar per Maret 2020. FBI dari mobile banking berkontribusi tertinggi dengan pertumbuhan sebesar 55,76% dari Rp 8,04 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 12,52 miliar per Maret 2020.

Hingga Maret 2020, user Mandiri Syariah Mobile (MSM) mencapai 1,15 juta dengan jumlah transaksi sebanyak 8,5 juta.

"Insyaallah kami akan selalu mengembangkan dan meningkatkan layanan digital demi kemudahan dan kenyamanan nasabah," kata Syafii.

Melalui MSM nasabah dapat melakukan pembayaran dengan QRIS, transaksi ke berbagai marketplace, pengisian saldo e-wallet, dll.

"Bahkan masyarakat bisa membuka rekening online #dirumahsaja. Ini adalah fitur pertama yang dimiliki bank syariah di Indonesia. Dengan #dirumahsaja tentunya sejalan dengan pesan Pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho, mengungkapkan sampai dengan Maret 2020 dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Mandiri Syariah tumbuh 16,94% dari Rp 87,16 triliun per Maret 2019 menjadi Rp 101,92 triliun pada Maret 2020. Dari total dana tersebut, porsi low cost fund mencapai 56,37%.

Pertumbuhan low cost fund tersebut ditopang oleh tabungan yang naik 14,82% dari semula Rp 35,25 triliun per posisi Maret 2019 menjadi Rp 40,47 triliun per posisi Maret 2020.

"Alhamdullilah, kenaikan tersebut menunjukkan kepercayaan nasabah kepada Mandiri Syariah semakin meningkat. Buat kami ini adalah amanah yang akan kami jaga dengan sebaik-baiknya sekaligus tekad untuk memberikan manfaat lebih bagi umat," kata Ade.

Perolehan DPK menjadikan aset Mandiri Syariah per akhir Maret 2020 mencapai Rp 114,75 triliun atau naik 16,43% dari Maret 2019 yang sebesar Rp 98,55 triliun.
Atas pencapaian seluruh indikator bisnis diatas, Mandiri Syariah mencatatkan kenaikan signifikan pada rasio laba terhadap ekuitas (return on equity/ROE) di level 16,39% per Maret 2020.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "5 Cara Dapatkan Token Listrik Gratis"
[Gambas:Video 20detik]