Bunga Bank Masih Selangit

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2020 05:30 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7days reverse repo rate saat ini berada di level 4%. Suku bunga ini terus menurun sejak tahun lalu.

Namun suku bunga di perbankan masih tinggi. Ekonom menyebut kondisi ini terjadi karena bank menilai debitur masih berisiko tinggi hingga memberikan suku bunga yang tinggi untuk menjaga risiko tersebut.

Selain itu bank juga cenderung lebih lama menurunkan bunga saat BI memangkas bunga acuan. Namun jika BI menaikkan bunga acuan, bank dengan segera meningkatkan bunga.

Selain itu apalagi ya penyebabnya? Berikut berita selengkapnya:

klik halaman berikutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Wisata Sejarah di Museum Bank Indonesia Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]