Corona Hantam Ekonomi, Bank di RI Masih Kuat?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2020 19:45 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) menekan laju perekonomian. Namun kondisi perbankan nasional saat ini dinilai masih cukup kuat meski diterpa pandemi virus Corona.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah mengatakan kondisi perbankan masih kuat dalam menghadapi berbagai tekanan yang ada saat ini. Meskipun dia tidak menampik ada bank yang mengalami kesulitan likuiditas.

"Kondisi perbankan kita aman. Secara sistem kondisi perbankan kita cukup kuat dalam menghadapi berbagai tekanan-tekanan yang ada, likuiditas cukup baik yang menengah, besar, kecil, semuanya cukup. Memang ada beberapa bank sedikit likuiditas," kata Halim di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2020).

Sementara itu LPS sedang menyelesaikan aturan soal Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2020 yang mengatur kewenangan LPS untuk menyelamatkan bank-bank sebelum ditetapkan sebagai bank gagal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Skema penempatan dana LPS dimulai oleh pihak bank yang mengajukan permohonan kepada OJK jika bank tersebut mengalami likuiditas.

"Bank-nya tentunya bank yang diajukan oleh OJK berdasarkan permintaan dari bank itu sendiri, bank yang meminta penempatan dana oleh LPS. Kemudian mereka harus menyampaikan beberapa persyaratan antara lain bahwa mereka pemilik tidak bisa lagi menyediakan likuiditas. Lalu atas dasar itu nanti LPS akan melakukan penilaian berdasarkan rekomendasi dari OJK," jelasnya.

Meski begitu, dia belum mau menyebut bank-bank mana saja yang 'sakit' dan akan mendapat bantuan. Pihaknya masih menunggu surat dari OJK untuk daftar bank tersebut.

Kegiatan penyelamatan ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan konsumsi sehingga bisa mendongkrak perekonomian. Namun semua ini dinilai harus dibarengi dengan penanganan di sektor kesehatan agar pelaku pasar tidak khawatir.

"Pemerintah kan sudah membuat program baik menyelesaikan masalah yang ada di sisi supply, termasuk di sini perbankan, sisi demand dan buat berbagai program yang diharapkan permintaan konsumsi akan naik. Ini juga akan mengacu permintaan lebih banyak," ucapnya.

"Jadi saya kira dengan penyusunan komite pemulihan ekonomi dan gugus tugas COVID disatukan itu langkah yang tepat sekali," tambahnya.



Simak Video "Teller Bank di Parepare Positif Covid-19, 38 Karyawan Jalani Rapid Test"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)