7 BPD Dapat Titipan Rp 11,5 T, Sri Mulyani: Kita Bantu Pemda

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 27 Jul 2020 20:37 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto

Begitu juga uang negara yang dititipkan kepada BPD, Airlangga bilang dukungan BPD akan membantu para pelaku UMKM di daerah.

"Sebagai bagian dari program PEN, khususnya untuk pemulihan ekonomi di daerah, pemerintah juga memberi dukungan pinjaman bagi daerah melalui dua jenis pinjaman, yaitu pinjaman program dan pinjaman kegiatan dengan bunga yang lebih rendah dengan prosedur dan persyaratan yang lebih mudah dan sederhana," kata Airlangga.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR Kamrussamad menilai penempatan dana negara ke BPD merupakan langkah yang tepat untuk menggerakkan ekonomi daerah. Menurut dia, penempatan dana pemerintah membuat likuiditas BPD bertambah.

"Dana yang digelontorkan sebesar Rp 11,5 triliun itu diharapkan mampu menggerakkan sektor riil melalui program ketahanan pangan, ketahanan kesehatan, dan ketahanan sektor riil," ujar Kamrussamad.

Meski begitu dirinya meminta adanya penyederhanaan persyaratan dan kemudahan dalam menyalurkannya.

"Dana tersebut harus disertai bunga yang rendah maksimal 6%, skema dan persyaratan penyaluran disederhanakan, dan menjangkau pelaku usaha UMKM serta pelaku usaha baru bukan hanya pada nasabah lama," katanya.

Halaman

(hek/hns)