Keuntungan Perusahaan Pembayaran Elektronik Melejit Imbas Corona

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2020 10:29 WIB
Paypal
Foto: Dok Reuters
Jakarta -

Perusahaan penyedia sistem pembayaran secara elektronik, PayPal Holdings Inc (PYPL.O) meraih keuntungan di tengah pandemi COVID-19. Sebab merebaknya virus Corona membuat transaksi online meningkat drastis.

Mengutip Reuters, Kamis (30/7/2020), PayPal mengumumkan bahwa lonjakan transaksi e-commerce dan akun baru mendorong keuntungan secara kuartalan meningkat 86%.

Laba bersih meningkat menjadi US$ 1,53 miliar, atau US$ 1,29 per saham, pada kuartal yang berakhir 30 Juni, dari tahun sebelumnya US$ 823 juta, atau 69 sen per saham. Lalu pendapatan meningkat 25% menjadi US$ 5,26 miliar, melampaui estimasi analis rata-rata US$ 5 miliar. Kabar tersebut membuat saham perusahaan meningkat 6%.

Perusahaan berharap tren positif tersebut terus berlanjut dan sekarang mengharapkan laba per saham untuk setahun penuh meningkat sekitar 25% dan pertumbuhan pendapatan 22%.

"Kami memiliki kepercayaan lebih pada tren e-commerce tinggi yang kami lihat," kata Chief Financial Officer John Rainey kepada analis.

Pada akhir April pihaknya merasakan lonjakan transaksi karena adanya panic buying.

Perusahaan memproses pembayaran senilai US$ 222 miliar selama periode tersebut, naik 30% dari tahun sebelumnya, disesuaikan dengan valuta asing. Pihak PayPal pun mencatat bahwa ada 21,3 juta akun selama kuartal ini, naik 137% dari tahun sebelumnya.

Perusahaan mengatakan akan menginvestasikan US$ 300 juta lebih tahun ini, sebagian besar pada aplikasi ponsel yang menampilkan kode QR sehingga orang dapat pergi ke toko dan membayar tanpa menyentuh apapun.



Simak Video "Kolaborasi dengan Gojek, Transaksi Paypal Bakal Bisa Lewat Gopay "
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)