Setelah Nasabah, DPR Bakal 'Korek' soal Gagal Bayar dari Bumiputera cs

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 25 Agu 2020 19:41 WIB
Politikus Golkar Mukhamad Misbakhun
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun Foto: dok. Facebook
Jakarta -

Nasabah korban gagal bayar asuransi ramai-ramai menyampaikan keluhan di hadapan Komisi XI DPR RI. Mulai dari nasabah AJB Bumiputera, WanaArtha, Asuransi Jiwa Kresna atau Kresna Life, Pan Pacific, serta nasabah Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) atas kasus reksa dana.

Adapun keluhan yang disampaikan terkait kejelasan penyelesaian kasus gagar bayar polis, reksa dana, dan sebagainya. Tak hanya DPR, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diwakili Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Riswinandi, dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen juga turut mendengarkan keluhan para nasabah.

Untuk menindaklanjuti penyelesaian kasus tersebut, Komisi XI pun akan menjadwalkan rapat kembali dengan para korban, serta memanggil pihak dari masing-masing perusahaan asuransi, dan juga MPAM.

"Kita agendakan bertemu dengan industri untuk konfirmasi keluhan, baru rapat dengan OJK, kita beraudiensi apa yang disampaikan pimpinan rapat, jawaban OJK apa basisnya," kata anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun dari fraksi Golkar di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Misbakhun menegaskan, para korban akan diberikan kesempatan menyampaikan keluhannya lagi di rapat mendatang.

"Ini bukan pertemuan terakhir. Pertemuan hari ini memang terbatas karena kita anggota dewan punya kewajiban paripurna. Tapi ini bukan pertemuan terakhir. Kita memfasilitasi jalan keluar. Dengan semua bapak ibu, dipenuhi kewenangan otoritas bisa dijalankan," terang Misbakhun.



Simak Video "PARFI Akan Berikan Bantuan Asuransi Kesehatan untuk Artis Senior"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)