Gugat OJK, Bosowa Bongkar Kejanggalan RUPSLB Bukopin

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2020 17:00 WIB
Nasabah Bank Bukopin Cabang Sidoarjo, Dedi Setiawan Tan (55) berniat mencairkan uang miliknya, Rp 45 miliar. Namun ia kecewa karena hanya sebagian kecil yang bisa dicairkan.
Bank Bukopin/Foto: Suparno
Jakarta -

PT Bosowa Corporindo membeberkan kejanggalan dalam rapat pemegang saham umum luar biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk yang memutuskan perusahaan keuangan asal Korea Selatan yaitu Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali (PSP) baru.

Direktur Utama PT Bosowa Corporindo Rudyantho mengaku sangat menyayangkan sikap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam keputusan tersebut.

"Ini saya memang agak emosional mengungkapkan ini karena di tengah upaya pemerintah untuk benar-benar mau mengarahkan setiap stakeholder untuk berada pada jalur penegakan hukum yang benar, nah RUPS kemarin itu dengan sangat menyesalkan bagi kami, karena kenapa? OJK mempertontonkan, satu, dagelan yang kalau mau dibilang itu benar-benar mempermalukan OJK itu sendiri," kata dia kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Bosowa Corporindo Evyana Mukti mengungkapkan hal-hal yang dianggap janggal, yakni dalam hal Penawaran Umum Terbatas kelima (PUT V) melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).

"Pertama PUT V ini kan hasil RUPS, hasil RUPS yang dilakukan Oktober 2019 di mana hasil RUPS ini melakukan rights issue atau PUT V. Akhirnya baru efektif akhir bulan Juni. Tapi untuk menjadi proses PUT V ini pun Bosowa sempat diminta untuk menandatangani, ada surat namanya LOU dimana isinya Bosowa harus menyetujui bahwa PUT V ini tidak jadi tapi langsung ke private placement atau PMTHMETD," jelasnya.

Nah, di situ, Bosowa tidak bisa menyetujui karena pihaknya harus melihat atau mengacu ke undang-undang yang ada, di mana keputusan RUPS adalah PUT bukan private placement.

"Itu akhirnya setelah kita menjelaskan hal tersebut akhirnya kembali lagi PUT V, PMTHMETD-nya tidak dilakukan, baru kemudian harus, kalau untuk PMTHMETD kan harus RUPS, nah itu yang terjadi di RUPSLB kemarin tanggal 25 Agustus," ujarnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.