Harga Saham Bukopin yang Dijual ke Kookmin Diduga Kemurahan

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2020 18:35 WIB
Gedung Bank Bukopin
Foto: Dok. Bank Bukopin: Gedung Bank Bukopin
Jakarta -

PT Bosowa Corporindo menduga penjualan saham Bank Bukopin ke Kookmin Bank kemurahan. Bosowa Corporindo, yang adalah pemegang saham Bukopin, menolak masuknya Kookmin sebagai pemegang saham pengendali.

"Dari keterbukaan informasi pada saat pelaksanaan atau rencana PMTHMETD itu tidak disebutkan berapa harga per lembar. Apakah itu sama dengan PUT V (Penawaran Umum Terbatas kelima) ataukah berbeda, dan tidak ada valuasi independen yang menyebutkan berapa harga per lembar, tidak ada fairness opinion yang menyebutkan berapa harga per lembar sahamnya," kata Direktur Keuangan Bosowa Corporindo Evyana Mukti kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020).

Jika harga saham tersebut mengacu PUT V maka nilainya Rp 180 per lembar. Hal itu menurut Direktur Utama PT Bosowa Corporindo Rudyantho berada di bawah harga pasar. Alias Bukopin menjual saham kepada Kookmin kemurahan.

"Pada saat RUPS kemarin dasar harga yang dipakai oleh Kookmin masuk itu kan Rp 180, tapi di market itu kalau nggak salah sekitar Rp 280 atau Rp 260. Nah itu ada kerugian lagi kita di situ. Kalau dikatakan itu harga market yang menjadi preferensi, bagaimana mungkin transaksi Rp 180 tapi pada saat peralihan itu harga saham (di pasar) Rp 260. Itu juga sementara kita kaji bagaimana ini bisa terjadi ya pemaksaan," ujar Rudyantho.

Kembali ke Evyana, biasanya untuk menjadi pengendali tunggal maka pihak investor membeli saham dengan nilai beberapa kali di atas book value atau nilai buku.

"Karena kan nggak disebut berapa sih (harga) jual (ke Kookmin). Kalau kita hitung Rp 180 lah sama dengan PUT V, Korea ini masuk dengan 0,2 kali book value, nggak sampai 1 kali book value. Padahal historikal transaksi di mana pun kalau membeli pengendalian, rata-rata itu premium base bukan sekedar book value tapi berapa kali book value. Nah ini malah di bawah pasar, di bawah book value," tambahnya.



Simak Video "Tips Coach Tom Mengatasi Kelemahan Seorang Introvert Dalam Bisnis"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)