Haruskah BI Awasi Bank Lagi?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 06 Sep 2020 20:04 WIB
Logo Bank Indonesia
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta -

Wacana dikembalikannya peran pengawasan perbankan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke Bank Indonesia (BI) kembali hangat belakangan ini. Wacana ini kembali sorotan sejalan dengan mencuatnya wacana reformasi sistem keuangan dan revisi Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia di mana di dalamnya memuat Dewan Moneter.

BI memang sebelumnya pernah melakukan pengawasan perbankan. Namun, peran pengawasan itu kemudian dilimpahkan ke OJK tak lama setelah terbentuk.

Lantas, haruskah peran pengawasan bank itu kembali ke BI?

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad menilai, dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini setidaknya ada dua yang menjadi sorotan.

Pertama, kinerja OJK yang belum optimal yang tercermin dari sejumlah masalah salah satunya PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kedua, berkaitan dengan partisipasi BI untuk turut menanggung beban bersama (burden sharing) dengan pemerintah yang dinilai masih tarik ulur.

"Dengan proses ini saya kira ada dua hal yang harus diputuskan berbeda," katanya kepada detikcom, Jumat (4/9/2020).

Buka halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2