Di Bawah KB Kookmin, Peringkat Korporasi Bukopin Naik

Inkana Putri - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2020 18:51 WIB
Suasana pelayanan nasabah di kantor pusat Bank Bukopin, MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2020). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pernyataan efektif pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas kelima (PUT V) PT Bank Bukopin Tbk, melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran Hak Memesan Efek Terbatas Terlebih Dahulu (HMETD) kepada pemegang saham. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.
Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) meningkatkan peringkat korporasi PT. Bank Bukopin, Tbk. yang sebelumnya 'idA-' menjadi 'idAA'. Pefindo juga menaikan peringkat Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Bukopin dari 'idBBB' menjadi 'idA+'. Adapun pemeringkatan ini berlaku untuk periode 8 September 2020 - 1 Juni 2021.

Sebagai perusahaan pemeringkat kredit yang telah melakukan rating terhadap lebih dari 700 perusahaan dan pemerintah daerah, Pefindo menetapkan Bank Bukopin berada dalam prospek stabil yang sebelumnya credit watch dengan implikasi berkembang. Raihan rating 'idAA' dan prospek stabil menandakan Bank Bukopin memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibandingkan obligor Indonesia lainnya.

Setiap tahunnya, Pefindo akan memperbaharui surat peringkat dengan memonitor peringkat secara terus menerus.

"Hal ini tentu kami syukuri. Naiknya peringkat ini merefleksikan konsistensi Perseroan melakukan rangkaian aksi korporasi untuk penambahan modal demi menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan," ujar Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan A. Purwantono dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2020).

Berdasarkan analis Pefindo, kenaikan peringkat ini didorong oleh konklusi KB Kookmin Bank, bank terbesar di Korea Selatan yang kini merupakan pemegang saham pengendali Bukopin dengan kepemilikan saham mencapai 67%. Hal ini membuktikan kuatnya posisi Perseroan di sektor Perbankan, serta mencerminkan permodalan yang kuat dan kemitraan bisnis yang strategis dengan Kookmin Bank.

Rivan menambahkan KB Kookmin Bank telah memberikan dukungan untuk Bank Bukopin. Tambahan modal baru sejumlah Rp 3,6 triliun telah membantu Bank Bukopin dalam menghadapi tantangan likuiditas dan permodalan. Ia juga mengatakan akan ada beberapa rencana penyesuaian dalam aspek infrastruktur dan praktek underwriting guna mengintegrasikan bisnis Bukopin dengan KB Kookmin Bank secara lebih baik.

"Masuknya tambahan investasi KB di masa pandemi tentu menjadi momen baik bagi Perseroan untuk mengadaptasi profesionalisme bank standard internasional, serta menjadi bukti daya tarik investasi Indonesia yang terus menarik minat investor global, demi menyumbang kemajuan perekonomian nasional," pungkasnya.

Rivan menargetkan ke depan, transformasi Bukopin untuk mensinergikan seluruh aspek yang menjadi kekuatan KB Kookmin akan membuat Bukopin masuk ke dalam 10 besar bank terbaik di Indonesia. Hal ini tentu akan menjadikan Bukopin sebagai salah satu aset yang menggerakan dan membantu pemulihan ekonomi nasional.



Simak Video "Tips Hadapi Permintaan Harga Teman"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)