Benarkah Holding BPUI Cuma buat Selamatkan Jiwasraya?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 15:20 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Pembentukan holding perusahaan-perusahaan asuransi dan penjaminan ke dalam Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) dikhawatirkan akan membebani BUMN lainnya. Sebab disinyalir tujuan utama dari pembentukan BPUI hanya untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Hal itu disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi PKS, Ecky Awal Mucharam. Dia mempertanyakan nasib dari anggota holding lainnya seperti Jamkrindo dan Askrindo.

"Saya agak worry ketika ada penggabungan holdingisasi dengan BPUI. Karena terkait holdingisasi lebih beratnya terkait penyelamatan Jiwasraya. Padahal sesungguhnya Jamkrindo dan Askrindo nature bisnisnya sangat berbeda dengan Jiwasraya," ujarnya dalam raker Komisi XI DPR RI, Rabu (30/9/2020).

Menurut Ecky, seharusnya jika ingin menyelamatkan Jiwasraya melalui pembentukan holding, BUMN di dalamnya berkaitan dengan asuransi dan dana pensiun seperti Taspen maupun Asabri.

"Sementara Askrindo dan Jamkrindo itu terpisah, proses bisnisnya, pola bisnisnya, UU juga terpisah, bahkan standar akuntansi keuangannya juga berbeda. Karenanya itu saya sangat worry," ujarnya.

Ecky menjelaskan, salah satu yang dia khawatirkan tidak ada benefit yang bisa diperoleh bahkan merugikan Jamkrindo dan Askrindo. Apalagi tujuan utamanya dari holding itu hanya menyelamatkan Jiwasraya.

"Kalau saya tanya ke Jamkrindo dan Askrindo pasti baik-baik saja karena itu program Menteri BUMN. Tapi tolong jelaskan roadmap terkait BPUI ini dimana sinergitas dan di mana keuntungan yang diperoleh Jamkrindo dan Askrindo dalam holdingisasi di BPUI itu?" tuturnya.

Pernyataan itu dijawab oleh Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata. Dia menekankan, justru tujuan awal pembentukan holding BPUI adalah untuk menata bisnis Askrindo dan Jamkrindo, bukan untuk menyelamatkan Jiwasraya.

"Dengan penataan Jamkrindo dan Askrindo ini justru sebetulnya menjadi salah satu tujuan untuk pembentukan holding usaha asuransi oleh Kementerian BUMN bersama. Jadi di dalamnya nanti memang kami akan menata kembali," terangnya.

Isa menjelaskan, kedua BUMN itu memiliki salah satu bisnis yang sama yakni penjaminan. Meskipun selain penjaminan, Askrindo juga memiliki bisnis asuransi.

"Jadi apakah nanti Askrindo dan Jamkrindo akan ditugasi masing-masing. Apakah memang kita lakukan yang eksklusif yang betul-betul berbeda, jadi yang satu hanya asuransi ataukah ada dua-duanya penjaminan tetapi dengan segmen yang berbeda. Masing-masing ada pertimbangannya dan ini yang kami akan lakukan di dalam penataan usaha perasuransian oleh BUMN di bawah holding BPUI," tuturnya.

Oleh karena itu Isa menjawab tudingan tersebut tidak tepat. Sebab rencana penyelamatan Jiwasraya melalui holding bukanlah rencana awal

"Jadi respons secara khusus untuk Pak Ecky kurang tepat bahwa ini hanya untuk Jiwasraya. Bahkan sebetulnya pemikiran pertamanya itu Jiwasraya tidak ada di dalam ini. Tapi kemudian setelah kita melihat bahwa itu bisa menjadi vehicle karena tidak ada perusahaan asuransi yang dimasukkan ke BPUI kemudian juga menjadi satu pertimbangan. Tetapi tujuan yang lain untuk menata secara lebih menyeluruh," tutupnya.

(das/ara)