Suntikan Rp 22 T untuk Selamatkan Jiwasraya, Diklaim Bukan Bail Out

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 04 Okt 2020 22:19 WIB
Direktur Pemberitaan MNC Grup Arya Mahendra Sinulingga
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah akan memberikan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) senilai Rp 22 triliun. Suntikan modal ini akan digunakan untuk mendirikan anak usaha IFG Life dengan tujuan untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, suntikan modal ini bukanlah bail out. Namun, konsep yang digunakan ialah bail in.

"Jadi bukan bail out, boil out terhadap perusahaan swasta. Ini bail in yaitu melakukan penanggulangan masalah, memasukkan modal atau juga menutupi kerugian akibat di BUMN sendiri yang dimiliki 100% oleh pemerintah. Ini adalah mekanismenya adalah mekanisme bail in bukan bail out," kata Arya dalam teleconference, Minggu (4/10/2020).

Adapun PMN Rp 22 triliun dibagi dua tahap yakni Rp 12 triliun untuk 2021 dan Rp 10 triliun untuk tahun 2022. Dia bilang, adanya suntikan modal ini memberikan kepastian pada pemegang polis.

"Nah kedua adalah kita harapkan cara dengan penyelamatan seperti ini maka pertama bahwa kita memberikan kepastian pemenuhan kewajiban Jiwasraya bagi pemegang polis sejak 2018 yang sudah tidak mendapat haknya sejak 2018," ujarnya.

Direktur Utama BPUI Robertus Bilitea mengatakan, anak usaha BPUI yakni IFG Life akan menampung polis Jiwasraya hasil restrukturisasi. Izin untuk pendirian IFG Life sendiri diharapkan diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember ini.

"Dalam melaksanakan program penyelamatan polis yang mayoritas adalah pensiun, pemerintah pemegang saham akan memberikan penambahan modal kepada BPUI Rp 12 triliun pada 2021, Rp 10 triliun 2022 untuk mendirikan satu perusahaan asuransi jiwa baru yang kita sebut saja IFG Life," paparnya.

Dia juga menuturkan, suntikan modal ini bukanlah bail out namun bail in. Pemerintah selaku pemegang saham menyuntikkan modal ke BPUI.

"Penambahan modal ini bukanlah bail out, tapi ini adalah konsep bail di mana pemerintah selaku pemegang saham dalam di Jiwasraya dan BPUI menyuntikan modal langsung kepada BPUI sebagai pihak yang melanjutkan program polis dari Jiwasraya," katanya.

(acd/dna)