Babak Baru Penyehatan Jiwasraya: Disuntik Rp 22 Triliun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2020 07:30 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Pemerintah dan DPR tengah mencari cara untuk menyehatkan kembali PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dalam rapat yang digelar kemarin, Panja Komisi VI DPR dan Kementerian BUMN sepakat untuk menyuntik modal dengan total Rp 22 triliun kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI.

Penyertaan Modal Negara (PMN) tersebut dibagi dua tahap, yakni Rp 12 triliun untuk tahun anggaran 2021 dan Rp 10 triliun untuk tahun 2022. Rencana suntikan modal ini berbeda dari rencana sebelumnya yang sebesar Rp 20 triliun pada tahun 2021.

Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima mengatakan, suntikan modal tersebut untuk pendirian anak usaha IFG Life yang nantinya digunakan untuk menyelamatkan Jiwasraya.

"Dalam usaha melaksanakan restrukturisasi tersebut akan diberikan penambahan modal kepada BPUI sebesar yang diajukan nanti akan kita bahas Rp 12 triliun pada tahun anggaran 2021, itu tahap pertama. Kemudian Rp 10 triliun pada tahun 2022 untuk mendirikan satu anak perusahaan asuransi jiwa baru yang akan menerima pengalihan hasil restrukturisasi polis asuransi di Jiwasraya," paparnya di DPR Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Aria mengatakan, angka tersebut sudah disetujui Panja. Dia mengatakan, dalam restrukturisasi polis ini akan diikuti oleh pengalihan polis dari Jiwasraya ke IFG Life.

"Untuk tahap awal Rp 12 triliun, kemudian 2022 Rp 10 triliun, Rp 22 triliun sudah disetujui. Kemudian restrukturisasi yang akan diikuti dengan pengalihan seluruh polis Jiwasraya menjadi polis IFG Life dengan kondisi restrukturisasi sebagai berikut. Pertama untuk polis tradisional, kedua untuk polis Jiwasraya saving plan," terangnya.

Dia berharap, langkah ini akan memberikan kepastian kepada pemegang polis.

"Diharapkan dari skema dapat memberikan kepastian pemenuhan kewajiban polis sesuai jangka waktu yang telah disepakati dengan para pemegang polis dengan program yang akan ditentukan oleh Kementerian BUMN bersama jajaran direksi asuransi Jiwasraya maupun jajaran direksi IFG Life yang nanti akan dibentuk," paparnya.

Perusahaan penyelamat Jiwasraya lahir Desember di halaman berikutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2 3