Kookmin Jadi Pemegang Saham Mayoritas, Apa Untungnya Buat Bukopin?

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 15:09 WIB
Bank Syariah Bukopin (BSB) akan meluncurkan pembiayaan baru sekitar Rp 500 miliar. Pembiayaan ini diluncurkan pada semester II/2013.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kepastian KB Kookmin Bank Co.Ltd sebagai pemegang saham mayoritas telah menunjukkan dampak positif terhadap PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Keberadaan Kookmin sebagai pemegang 67% saham Bukopin dinilai akan memperkuat kepercayaan publik baik investor maupun nasabah kepada bank tersebut.

Pengamat Pasar Modal, Fendi Susiyanto menjelaskan Kookmin merupakan Bank komersial dengan fundamental dan kinerja keuangan yang kuat. Dari data tercatat bahwa di tahun 2019 Kookmin menjadi pemimpin pasar pada segmen kredit UMKM di Korea Selatan dan menjadi bank komersial pertama yang menyalurkan kredit di segmen ini hingga 103,3 triliun won atau setara Rp 1.308 triliun.

"Pemegang saham yang diharapkan bagi bank Bukopin memang yang memiliki dampak strategis besar yaitu dapat memberikan potensi nilai tambah, dan terciptanya sinergi value dimasa mendatang bagi bank. Kookmin mumpuni secara keuangan, memiliki expertise di bidang bisnis tertentu (UMKM) untuk diterapkan dan dilakukan transfer knowledge, serta terjadi peningkatan sinergi operasional di Bukopin," jelas Fendi di Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Menguatnya kepercayaan atas masuknya Kookmin membuat berbagai lembaga pemeringkat menaikkan rating Bukopin. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat korporasi Bukopin dari 'idA-' menjadi 'idAA' dengan Prospek Stabil.

Pefindo juga menetapkan peringkat Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Bukopin menjadi 'idAA'. Rating 'idAA' dan Prospek Stabil bermakna bahwa Bukopin memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya.

Fitch Ratings Indonesia telah menetapkan Peringkat Nasional Jangka Panjang Bukopin menjadi 'AA-(idn)' dan ditetapkan berada dalam Rating Watch Positif. Peringkat tersebut masuk dalam kategori Investment Grade .

Menurut Fendi, pelaku pasar juga memberikan respons positif terhadap peningkatan kepemilikan saham Kookmin di Bukopin. "Meski terdapat dinamika akibat situasi pasar, sejak awal Agustus setelah Kookmin resmi menambah kepemilikannya, harga saham Bukopin dalam tren naik," kata Fendi yang juga pengelola podcast keuangan OmFin Channel (Omongan Investasi dan Finansial).

Marolop Alfred Nainggolan, Kepala Riset Praus Kapital mengatakan masuknya Kookmin ke Bukopin menunjukkan bahwa kepercayaan pelaku pasar global terhadap perbankan nasional masih sangat tinggi. Keberadaan Kookmin juga akan memperkuat fundamental Bukopin baik dalam jangka pendek maupun panjang.

"Dalam jangka pendek, suntikan dana segar pasti akan memperkuat likuiditas perusahaan. Sementara dalam jangka panjang Kookmin akan fokus peningkatan pertumbuhan bisnis seperti dengan memperkuat Bukopin melalui sinergi dengan lini bisnis yang lain," kata Alfred.

Kookmin sebagai bank dengan laba bersih 2019 terbesar di Korea Selatan dipercaya mampu membuat kinerja dan fundamental Bukopin semakin kuat. Sebagai bank terbesar di Korea Selatan dengan bisnis inti dan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kuat, Kookmin dipercaya dapat menyokong perkembangan bisnis Bukopin sekaligus turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepercayaan investor dan nasabah tak lepas dari portofolio dan rekam jejak yang dimiliki Kookmin. Di bawah Kookmin, Bukopin dipercaya dapat memanfaatkan jaringan global di berbagai negara. Kookmin merupakan bagian KB Financial Group yang telah memiliki jaringan pasar global di Inggris, Amerika Serikat, India, Tiongkok, Hong Kong, Jepang, hingga Selandia Baru.

Di Asia Tenggara, Kookmin juga melakukan ekspansi ke Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar. Dengan pengalaman dan jaringan tersebut, Kookmin dipercaya dapat membantu Bukopin melewati masa pandemi dan kembali meningkatkan kinerja positif dan terus tumbuh ke depannya.

Hingga 31 Desember 2019, Kookmin telah melayani 31,5 juta nasabah dan mengembangkan aplikasi perbankan digital dan platform mobile Star Banking dengan basis nasabah sebanyak 15,5 juta pengguna. Total aset Kookmin tercatat 387,4 triliun won atau setara Rp 4.908 triliun dengan laba bersih 2.439,1 miliar won atau Rp 30,91 triliun. Kookmin melayani segmen retail banking, corporate banking, hingga UMKM.

"Masuknya investor strategis seperti Kookmin akan sangat menguntungkan bagi Bukopin. Selain memiliki rekam jejak yang kuat di industri finansial, Kookmin tentunya bisa membawa banyak perubahan dan transformasi bisnis yang dibutuhkan oleh Bukopin saat ini," imbuhnya.

(dna/dna)