Pandemi Corona Bikin Kredit Korporasi Lesu

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2020 17:08 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang terjadi di dunia termasuk Indonesia turut mengganggu kredit di perbankan. Hal ini karena adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membatasi ruang gerak masyarakat dalam beraktivitas.

Kredit korporasi di perbankan juga tertekan dan diprediksi kredit korporasi akan turun 3-5% pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Corporate Banking Director PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie mengungkapkan pandemi memang sangat menekan penyaluran kredit perbankan. "Karena nasabah melakukan penundaan ekspansi, karena itu kredit korporasi ada penurunan namun wajar karena industri perbankan di masa ini juga turun akibat risiko dari pinjaman," kata dia dalam keterangannya, Kamis (8/10/2020).

Dia menyebut Bank DBS Indonesia tetap optimis bahwa penyaluran kredit bank dapat tumbuh hingga akhir tahun 2020 seiring dengan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pertumbuhan penyaluran kredit perbankan sekitar 3 persen hingga 4 persen dengan tetap memperhitungkan kemungkinan resesi dan pemulihan perekonomian global.

Sementara untuk menopang bisnisnya di tahun yang penuh tantangan ini, Bank DBS Indonesia telah menyiapkan beberap strateginya yakni dengan mengembangkan partner ekosistem dan konektivitas dengan memanfaatkan hubungan bisnis yang sudah dijalin dengan nasabah-nasabah korporasi.

Dengan ini, menurut Kunardy Bank DBS Indonesia dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada nasabah. "Membantu nasabah meningkatkan skala bisnisnya, salah satunya melalui efektivitas dalam supplier payment system, distributor financing, dan lainnya," jelas dia.

Selanjutnya, meningkatkan penjualan cash management, terutama DBS RAPID sebagai solusi digital yang menyediakan berbagai skema yang inovatif dan dapat memenuhi kebutuhan spesifik dari nasabah. Bank DBS Indonesia juga melakukan pendekatan terhadap nasabah korporasi yang bergerak di bidang e-commerce dan financial technologies.

DBS siap meluncurkan layanan digital corporate banking melalui DBS Rapid dan DBS Ideal (Real Time Application Programming Interface oleh DBS). Layanan ini memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi korporasi mulai dari cash management, trade finance, pembelian valuta asing, maupun tresury service hanya lewat tombol digital token.

(kil/fdl)