Ini Dia 'Juru Selamat' Jiwasraya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2020 07:50 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Asuransi Jiwasraya sudah punya 'juru selamat' yakni Indonesia Financial Group (IFG) melalui unit usaha IFG Life. IFG Life ini akan menyelamatkan Jiwasraya dan membentuk tata kelola dan sinergi yang bersifat kolaboratif untuk pembentukan ekosistem perasuransian dan penjaminan yang kuat serta terpercaya.

Direktur Utama IFG Robertus Billitea mengungkapkan sebagai BUMN holding perasuransian dan penjaminan, IFG akan menghadirkan perubahan di bidang keuangan khususnya asuransi, investasi, dan penjaminan yang akuntabel, prudent, dan transparan dengan tata kelola perusahaan yang baik dan penuh integritas.

"Dengan sinergi yang kokoh bersama pemerintah dan seluruh anggota holding, IFG akan menjadi salah satu solusi terdepan dan terpercaya untuk meningkatkan stabilitas dan inklusi keuangan nasional, memperkuat daya saing di sektor asuransi dan penjaminan, serta memperkuat fungsi investasi dalam ekosistem asuransi nasional, terutama di dalam BUMN," kata dia dalam konferensi pers, Selasa (20/10/2020).

Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah menjelaskan sebagai BUMN holding perasuransian dan penjaminan hadir tidak semata-mata hanya untuk meningkatkan aspek bisnis dari industri bisnis asuransi saja.

Dia menyebut IFG juga melakukan konsolidasi bisnis-bisnis yang ada di dalam group IFG, melakukan kolaborasi, integrasi serta efisiensi di semua aspek bisnis IFG sebagai group usaha, namun IFG juga memberikan komitmennya sebagai BUMN dalam melakukan penugasan-penugasan dari pemerintah seperti penyelenggaraan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam masa pandemi COVID-19.

Dalam upaya untuk melengkapi dan memperkuat ekosistem IFG, maka dibentuklah IFG Life yang menawarkan bisnis asuransi yang komprehensif.

Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga mengungkapkan pasar asuransi jiwa di Indonesia sangat besar. Total aset industri asuransi per Juli 2020 senilai Rp 703 triliun atau setara dengan 4% terhadap PDB.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2