Bisnis MLM Marak di Tengah Pandemi, Ada Apa?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 26 Okt 2020 10:51 WIB
Skema Penipuan Loom, Model MLM Marak Menyebar Lewat Media Sosial
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membawa banyak perubahan pada kehidupan masyarakat. Tak sedikit orang yang penghasilannya berkurang akibat COVID-19. Bahkan banyak yang dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Di tengah himpitan ekonomi yang disebabkan menyebarnya virus Corona, bisnis MLM pun ikut merebak. Menurut pakar pemasaran Yuswohady di saat orang-orang kehilangan mata pencahariannya memang solusinya adalah menjadi pelaku usaha.

"Jadi yang pertama karena secara ini kan masa sulit nih dan kemudian banyak orang kan kena lay off (PHK). MLM itu memberikan fleksibilitas dari sisi waktu, dari sisi modal. Kan modalnya nggak besar dibandingkan misalnya kita bikin resto," kata dia saat dihubungi detikcom, Senin (26/10/2020).

Faktor lain yang membuat MLM marak saat pandemi karena bisa dilakukan secara online. Itu dianggap cocok dengan era new normal yang mengharuskan pertemuan secara fisik diminimalkan.

"Itu dengan adanya pandemi karena orang banyak ke digital dan banyak ke sosial media maka kemudian proses jualannya juga akan semakin mudah dari rumah. Jadi ini bagian dari ekonomi dari rumah, stay at home economy. Itu adalah semua aktivitas ekonomi dijalankan dari rumah, termasuk MLM ini adalah bisnis yang bisa dijalankan dari rumah," jelasnya.

Apalagi MLM ini konsumennya biasanya dimulai dari teman dan komunitas. Dengan ditopang media sosial itu akan semakin memudahkan.

"Memang aktivitas marketing melalui MLM ini booming karena adanya approach yang digunakan di MLM ini selalu community based, selalu dari teman ke teman. Dan itu dengan adanya sosial media, dan sosial media lagi booming di masa pandemi itu akan cenderung sangat efektif untuk community based atau friend based, jualan berbasis community atau marketing berbasis pertemanan," tambahnya.

(toy/fdl)