Sudah Rp 1 T Lebih Polis Jiwasraya 'Diselamatkan'

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2020 14:13 WIB
Infografis Jiwasraya
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Manajemen baru PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah melakukan program penyelamatan polis atau restrukturisasi sebesar Rp 1,03 triliun. Program ini dimulai dari pemegang polis kategori korporasi.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jiwasraya, Kompyang Wibisana mengungkapkan restrukturisasi ini berasal dari 282 pemegang polis korporasi yang menyetujui penawaran program penyelamatan polis Jiwasraya.

"Kami mengapresiasi keputusan pemegang polis yang sudah mengetahui kondisi Jiwasraya saat ini. Semoga langkah ini diikuti oleh seluruh pemegang polis Jiwasraya demi meminimalisir dampak dan risiko ke depan," kata dia dalam siaran pers, Kamis (5/11/2020).

Dia mengungkapkan terjadi peningkatan peserta restrukturisasi polis dari korporasi sejak diumumkan pada 20 Agustus lalu. Kemudian, peningkatan jumlah pemegang polis yang mengikuti program restrukturisasi dilatarbelakangi oleh keyakinan mereka terhadap rencana kerja dan upaya penyelamatan polis Jiwasraya yang disusun oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menurut dia dengan ditunjuknya Indonesia Financial Group (IFG) yang dulunya PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebagai induk usaha atau holding BUMN Asuransi dan Pembiayaan.

Kompyang menyebutkan manajemen baru Jiwasraya optimis penyelamatan polis ini bisa diikuti seluruh peserta. "Kami sadari bahwa kondisi keuangan Jiwasraya tidak pada posisi yang baik sehingga dibutuhkan langkah-langkah penyelamatan yang konkret melalui program restrukturisasi. Jadi tujuan dari restrukturisasi Jiwasraya itu sendiri untuk meminimalisir dampak dan kerugian yang akan diterima oleh pemegang polis dan negara," ujar dia.

Sekadar informasi posisi liabilitas atau kewajiban Jiwasraya per 30 September 2020 berada di angka Rp 54,5 triliun, dengan aset Rp 16,0 triliun. Dengan kondisi ini ekuitas Jiwasraya pun telah berada di posisi negatif atau minus Rp 38,5 triliun. Sedangkan untuk utang jatuh tempo Jiwasraya yang belum terbayar hingga kuartal III 2020 telah menyentuh Rp 19,1 triliun.

Sebagai langkah konkret penyelamatan polis Jiwasraya, Pemerintah pun telah menyetujui adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar RP 22 triliun yang akan diberikan ke IFG untuk mendirikan sekaligus mengoperasikan perusahaan asuransi baru bernama IFG Life. Di mana PMN tadi akan diberikan dalam 2 tahap. Pada 2021 sebanyak Rp 12 triliun dan 2022 sebesar Rp 10 triliun.

Selain membidik pasar asuransi jiwa, kesehatan serta pengelolaan dana pensiun di Indonesia yang masih sangat besar dan prospektif, IFG Life juga akan mengelola portofolio Jiwasraya yang telah direstrukturisasi.

"Semoga dengan adanya langkah-langkah yang strategis ini menjadi bukti atas komitmen yang serius Kami dalam menyelamatkan hak-hak pemegang polis Jiwasraya. Semoga program penyelamatan polis ini juga dapat dipahami sebagai solusi terbaik dibandingkan Jiwasraya dilikuidasi," ujar dia.

(kil/dna)