Pengacara Akui Indosterling Optima Tak Punya Izin dari OJK dan BI

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 16 Nov 2020 20:20 WIB
Geger Gagal Bayar, Indosterling Optima Buka Suara
Foto: Danang Sugianto/detikcom
Jakarta -

Kasus gagal bayar produk investasi PT Indosterling Optima Investa (IOI) mengungkapkan berbagai fakta. Salah satunya disebutkan perusahaan tak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Perkara ini merupakan gagal bayar untuk produk Indosterling High Yield Promissory Notes (HYPN). Produk investasi ini menjanjikan imbal hasil 9-12% setiap tahunnya.

Kuasa hukum IOI dari HD Law Firm, Hardodi mengakui bahwa kliennya tidak memiliki izin baik dari OJK maupun BI. Sebab menurutnya untuk produk HYPN saat ini belum ada payung hukumnya baik di OJK maupun BI.

"Perlu diingat HYPN ini adalah surat utang dalam jangka waktu tertentu, oleh karena itu tidak perlu izin dari OJK. Sebab ini kesepakatan dari pemegang dan penerbit, jadi memang tidak ada izinnya. Dalam HYPN ini perjanjian, jadi boleh dibilang utang-piutang," terangnya dalam konferensi pers di Ambhara Hotel, Jakarta, Senin (16/11/2020).

Hardodi menjelaskan, dalam produk tersebut ada surat perjanjian yang diteken oleh nasabah. Dalam perjanjian itu tidak disebutkan bahwa produk itu memiliki izin.

"Itu disepakati oleh kedua belah pihak," tambahnya.

Sementara untuk perusahaan, kata Hardodi, memiliki izin pendirian sebagai perseroan terbatas (PT).

Sebelumnya diberitakan, salah satu nasabah IOI Ana menceritakan, awalnya dia ditawarkan produk investasi itu oleh salah satu marketing IOI yang kebetulan dia juga sudah mengenalnya. Karena marketing itu menjamin aman dengan mengaku IOI sudah berizin OJK dan BI, akhirnya ibunya mempercayakan tabungan itu seluruhnya.

"Ini katanya ada pengawasan OJK jadi aman, juga ada bunga sama seperti deposito. Terus katanya udah lama produknya ya saya ikut saja," ujarnya kepada detikcom.

(das/ara)