Mantap Nian! Program Keringanan Bayar Kredit Diperpanjang Sampai 2022

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Rabu, 25 Nov 2020 05:33 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso
Foto: Agus Dwi Nugroho / 20detik
Jakarta -

Program restrukturisasi kredit akan diperpanjang ke tahun 2022. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, keringanan kredit ini sendiri diatur dalam POJK 11 tahun 2020.

Menurutnya, hal ini diputuskan sesuai dengan diskusi dengan pengusaha dan kalangan perbankan. Pada awalnya, program ini akan dilakukan hanya sampai tahun 2021.

"Kami kan keluarkan POJK 11 bagi nasabah yang terdampak COVID-19 masuk ke platform restructuring. Kita perkirakan satu tahun selesai, namun demikian dari hasil evaluasi dan diskusi seluruh pengusaha dan perbankan sepertinya perlu diperpanjang," ujar Wimboh dalam webinar CEO Networking 2020, Selasa (24/11/2020).

"Maka kita perpanjang sampai tahun 2022, ditambah setahun lagi," ungkapnya.

Meski diperpanjang, dia mengatakan bagi para nasabah yang mampu membayar kredit dipersilakan untuk mulai mengangsur.

"Perpanjangan ini silakan artinya kalau nasabah yang mempunyai uang dan bisa bertahan tanpa perpanjangan, silakan mengangsur. Yang jelas ini memberi ruang bagi perbankan dan lembaga keuangan memberi restrukturisasi bagi debitur lain," ujar Wimboh.

Sementara itu, total restrukturisasi kredit yang sudah dilakukan hingga kini sudah mencapai Rp 932,2 triliun oleh perbankan. Lalu, Rp 181,3 triliun yang dilakukan lembaga keuangan non bank.

"Kalau restructuring sudah mencapai Rp 900 triliun, tepatnya itu Rp 932,2 triliun yang restructuring. Sementara itu, untuk lembaga keuangan non bank itu salurkan Rp 181,3 triliun," ujar Wimboh.

Diperpanjang sampai 2020, apa saja manfaatnya? lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2