BI Sebut Bunga Kredit Bank Terus Turun, Ini Pemicunya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 12:53 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Data uang beredar Bank Indonesia (BI) menyebutkan suku bunga kredit bank tercatat terus mengalami penurunan. Penyebabnya adalah suku bunga acuan yang terus menurun.

Periode November bunga acuan BI tercatat 3,75% turun 25 bps dibandingkan periode bulan sebelumnya 4%.

Pada Oktober 2020 rata-rata tertimbang suku bunga kredit tercatat sebesar 9,8% turun 5 basis poin dibandingkan 9,85% dibandingkan bulan sebelumnya.

"Penurunan bunga kredit ini seiring dengan tren menurunnya suku bunga acuan," tulis keterangan tersebut dikutip Senin (30/11/2020).

Selain bunga kredit, BI juga mencatat suku bunga simpanan pada Oktober tercatat menurun untuk seluruh jenis jangka waktu.

Misalnya untuk bunga simpanan tenor 1 bulan turun menjadi 4,68% dibandingkan periode bulan sebelumnya 4,93%. Selanjutnya untuk tenor 3 bulan menjadi 4,78% dari sebelumnya 5,13%.

Selanjutnya bunga simpanan dengan tenor 6 bulan menjadi 5,38% dari bulan sebelumnya 5,55%. Lalu untuk bunga simpanan tenor 12% sebesar 5,96% dari sebelumnya 6,03%.

Terakhir untuk suku bunga simpanan tenor 24 bulan suku bunganya 7,03% dari sebelumnya 7,16%.

Pada Oktober 2020 BI mencatat kredit perbankan masih melanjutkan kontraksi atau tercatat Rp 5.484,9 triliun atau negatif 0,9% dibandingkan bulan sebelumnya -0,4%.

"Penurunan penyaluran kredit disebabkan menurunnya kredit kepada debitur korporasi dan perlambatan kredit perorangan," tulisnya.

Kredit korporasi tercatat menurun menjadi -1,6% pada Oktober 2020. Sementara itu penyaluran kredit pada debitur perorangan mengalami perlambatan dari 0,7% menjadi 0,6%.

(kil/zlf)