Nasabah Gagal Bayar Jiwasraya Tolak Restrukturisasi, Apa Alasannya?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 07:45 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Nasabah gagal bayar asuransi Jiwasraya Saving Plan menolak skema restrukturisasi yang dinilai tidak adil. Salah satu nasabah dari Forum Korban BUMN Jiwasraya, Roganda Manulang mengatakan opsi restrukturisasi yang didapatkan pihaknya sangat memberatkan nasabah.

"Kami menolak opsi restrukturisasi yang ditawarkan, karena tidak utamakan asas keadilan dan win-win solution. Semua opsi memberatkan nasabah, kami harapkan solusi yang win-win," ujar Roganda dalam konferensi pers virtual, Senin (14/12/2020).

Dia menjelaskan para nasabah mendapatkan kabar soal tiga opsi yang ditawarkan Jiwasraya untuk melakukan restrukturisasi. Opsi yang pertama adalah dana para nasabah akan dibayarkan selama 15 tahun tanpa bunga.

Kemudian, opsi berikutnya adalah dibayar selama 5 tahun dengan haircut alias pemotongan dana sebesar 29%. Opsi yang terakhir adalah dibayar selama lima tahun dengan pembayaran di muka sebesar 10% oleh IFG Life. Namun, dana yang dibayarkan mengalami haircut sebesar 31%.

Roganda mengatakan para nasabah Jiwasraya saat ini bagaikan disodorkan pilihan yang tidak pernah didiskusikan. Opsi yang beredar menurutnya tidak pernah dibicarakan dengan para nasabah.

"Kami hanya diberi pilihan mau ikut apa nggak, itu kan bentuk intimidasi mereka. Ini tahu-tahu dapat kabar bentuk opsi begini, tapi nggak dibicarakan dengan kami, ini kan kami dirugikan," ujar Roganda.

Lee Kang Hyun, nasabah Jiwasraya lainnya asal Korea Selatan mengatakan opsi yang diterima pihaknya sungguh menyiksa. Dia juga mengaku tertipu dengan opsi restrukturisasi yang beredar.

"Kami memang menunggu keputusan pemerintah, belum ada apapun komunikasi ke kami, ternyata tahu-tahu yang keluarnya dibayar 15 tahun, dibalikin tapi tanpa bunga. Benar-benar disiksa dan tertipu," kata Lee.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2