BI Sudah Borong Surat Utang Pemerintah Rp 650 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 17 Des 2020 16:14 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wrjiyo
Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wrjiyo (istimewa/BI)
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menyebut hingga 15 Desember 2020 telah membeli surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 650,45 triliun. Pembelian ini dilakukan sesuai dengan komitmen BI untuk ikut dalam pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan pembelian SBN ini dilakukan lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) antara BI dan Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk pembiayaan public goods maupun non public goods.

Pemerintah memang menetapkan anggaran pada Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp 695,2 triliun yang dibagi ke dalam enam sektor mulai dari Kesehatan, UMKM, dan bantuan bagi Pemerintah Daerah.

"Secara keseluruhan Bank Indonesia telah melakukan pembelian SBN untuk pendanaan dan pembagian beban dalam APBN 2020," kata dia dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/12/2020).

Selain itu dalam SKB 16 April 2020 telah dibeli sebanyak Rp 75,86 triliun. Termasuk dengan skema lelang Greenshoe Option (GSO) dan Private Placement. Selain itu, realisasi pendanaan dan pembagian beban untuk pendanaan Public Goods melalui mekanisme pembelian SBN secara langsung sesuai dengan SKB tanggal 7 Juli 2020, berjumlah Rp 397,56 triliun.

Perry menyebut bank sentral juga telah merealisasikan pembagian beban dengan Pemerintah atas penerbitan SBN untuk pendanaan Non Public Goods-UMKM sebesar Rp 114,81 triliun dan Non Public Goods-Korporasi sebesar Rp 62,22 triliun. Ini sejalan dengan SKB yang ditandatangani pada 7 juli 2020.

"Dengan sinergi ini, Pemerintah dapat lebih memfokuskan pada upaya akselerasi realisasi APBN tahun 2020 untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional," jelas dia.

(kil/ara)