Kaleidoskop 2020

Mega Skandal Jiwasraya Terkuak, Seret Benny Tjokro cs

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 10:43 WIB
Logo asuransi Jiwasraya di Jl Rasuna Said
Foto: Ari Saputra

Bentjok-Heru Hidayat Divonis Seumur Hidup

Majelis hakim PN Tipikor Jakarta kemudian menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat terkait kasus korupsi Jiwasraya. Keduanya juga dijatuhi vonis membayar uang pengganti sebesar Rp 16 triliun lebih.

Vonis dibacakan ketua majelis hakim Rosmina di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2020). Hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara seumur hidup dan uang pengganti kepada Benny dan Heru.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, dan tindak pidana pencucian uang," kata Rosmina.

"Menjatuhkan pidana terdakwa Benny Tjokrosaputro penjara seumur hidup," imbuhnya.

Keduanya juga diwajibkan membayar uang pengganti mencapai Rp 16 triliun lebih. Dengan rincian Benny Tjokro diwajibkan membayar uang pengganti Rp 6.078.500.000.000, sedangkan Heru Hidayat membayar pengganti Rp 10.728.783.375.000.

"Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti maka asetnya akan disita jaksa dan dilelang hingga cukup membayar uang pengganti," ujar Rosmina.

Di persidangan ini, Benny Tjokro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk dan Heru Hidayat sebagai Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera. Keduanya dinyatakan terbukti melakukan korupsi dan memperkaya diri bekerja sama dengan tiga mantan pejabat Jiwasraya senilai Rp 16 triliun dan tindak pencucian uang (TPPU).

Dalam kasus ini, keduanya dinyatakan melanggar Pasal 2 ayat 1junctoPasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Selain itu, keduanya melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Halaman

(acd/eds)