Makin Menggila, Harga 1 Keping Bitcoin Tembus Rp 560 Juta!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 08 Jan 2021 09:30 WIB
Ribuan Warga Australia Adukan Kasus Penipuan Bitcoin
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -

Harga mata uang kripto Bitcoin semakin menggila. Bitcoin kini berada di level US$ 40.000 atau setara Rp 562 juta (kurs Rp 14.063). Angka tersebut menunjukkan harga Bitcoin telah melonjak dua kali lipat terhitung sejak tahun 2017.

Angka tersebut merupakan harga Bitcoin di pasar semalam (7/1), yang merupakan update terkini. Sebelumnya, harga Bitcoin masih berada di level US$ 34.249 atau sekitar Rp 480 juta pada Rabu (6/1) berdasarkan data Benzinga.

"Pasar bekerja dengan baik dan siklus naik dengan baik. Itu berarti pasar mungkin akan terus berjalan dengan sangat cepat di tahun-tahun mendatang. Kemungkinan pasar juga akan diiringi dengan koreksi standar 20-30%. Maka bersiaplah, hal itu akan terjadi dan itu adalah peluang, " jelas Analis Pasar Cointelegraph Michaƫl van de Poppe seperti yang dikutip dari Asia Times, Jumat (8/1/2021).

Analis terkemuka PlanB, memprediksi harga bitcoin akan berada di antara US$ 100.000-288.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar sampai Rp 4 miliar pada akhir 2021. Analisis itu menyatakan, dalam 3-8 bulan angka tersebut kemungkinan dicapai oleh Bitcoin.

Pengamat Bitcoin Max Keiser juga memprediksi pada kisaran angka yang sama. Kreiser yang juga merupakan presenter acara televisi RT's Keizer Report telah memohon pemirsanya untuk membeli bitcoin sejak harganya masih di level US$ 1 atau sekitar Rp 14.000. Namun, menurut prediksinya harga Bitcoin akan mencapai US$ 220.000 atau setara Rp 3 miliar pada akhir tahun 2021.

CEO CF Benchmarks Sui Chung mengatakan, lonjakan harga Bitcoin ini perlu jadi perhatian baik oleh individu maupun perusahaan. Ia mengatakan, sudah saatnya masyarakat menyadari pentingnya berinvestasi atau mulai bertransaksi dengan mata uang kripto.

"Ini bisa menjadi momen broadband untuk cryptocurrency (bitcoin), di mana setiap perusahaan dan individu perlu memikirkan secara serius tentang bagaimana mereka terlibat dan berinteraksi dengan cryptocurrency, " kata Chung.

(fdl/fdl)