Survei BI Sebut Kegiatan Dunia Usaha Membaik, tapi Masih Minus 3,9%

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 11:28 WIB
Pandemi virus Corona membuat dunia usaha babak belur.  COVID-19 juga diproyeksi mendatangkan malapetaka pada ekonomi Indonesia, bahkan dunia.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) kembali merilis data hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Hasilnya kegiatan usaha masih mengalami kontraksi pada kuartal IV-2020, meskipun telah mengalami perbaikan dibanding kuartal sebelumnya.

"Hasil SKDU mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha membaik pada triwulan IV-2020, meskipun masih dalam fase kontraksi," bunyi keterangan tertulis BI, Rabu (13/1/2021).

Hal itu tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan IV-2020 sebesar -3,90%. Angka itu lebih baik dari -5,97% pada triwulan III-2020.

BI menyebut perbaikan ini terjadi karena didorong oleh kinerja sejumlah sektor yang tumbuh positif, yaitu sektor Pengangkutan dan Komunikasi; Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan; Listrik, Gas dan Air Bersih, serta Jasa-jasa. Selain itu juga sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran: sektor Industri Pengolahan dan sektor Konstruksi terindikasi membaik.

"Perbaikan kondisi kegiatan usaha didukung oleh permintaan yang meningkat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru, ketersediaan bahan baku produksi, dan peningkatan jumlah pelanggan baru di subsektor listrik," jelasnya.

Sejalan dengan perkembangan SKDU, survei penggunaan tenaga kerja dan kondisi keuangan dunia usaha juga membaik pada triwulan IV-2020, dibanding dengan triwulan sebelumnya. Sementara itu, kapasitas produksi terpakai mencapai 71,96% pada triwulan IV-2020, cenderung stabil dibanding dengan capaian pada triwulan sebelumnya.

Responden memperkirakan kegiatan usaha akan mencatat kinerja positif pada kuartal I-2021 dengan SBT sebesar 7,68%. Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan diperkirakan terjadi pada seluruh sektor ekonomi terutama sektor Keuangan, sektor Real Estate & Jasa Perusahaan, serta sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan.

(fdl/fdl)