ADVERTISEMENT

Investasi Bitcoin Cs: Pelajari Biar Paham Risikonya

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 01 Feb 2021 08:00 WIB
Bitcoin Melambung Di Atas 20 Ribu Dolar, Bakal Jadi Incaran Investor Awam?
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

Investasi pada aset kripto atau cryptocurrency bitcoin semakin dilirik masyarakat. Nilainya yang fantastis menjadikan orang-orang tergiur. Pada awal Januari 2021 saja, harga bitcoin sempat tembus rekor, yakni mencapai US$ 41.973 atau setara Rp 587 juta, dan turut mengerek nilai mata uang kripto lainnya.

Meski harga per kepingnya fantastis, namun ternyata bitcoin atau disingkat BTC bisa dibeli dalam pecahan receh, atau disebut satoshi. Nilai 1 satoshi itu ialah pecahan desimal dengan 8 angka di belakang koma terhadap 1 keping bitcoin. Artinya, 1 satoshi sama dengan 0,00000001 BTC. Jika dirupiahkan, maka 1 satoshi sekitar Rp 4,534.

CEO Indodax Oscar Darmawan sekaligus praktisi bitcoin mengatakan, bagi pemula yang ingin terjun ke dunia bitcoin bahkan bisa dimulai dengan modal Rp 10.000.

"Pemula bisa mencoba trading dengan modal Rp10.000 saja. Karena bitcoin di Indodax bisa dijual dengan pecahan desimal hingga pecahan terkecil dari Rp 10.000," jelas Oscar ketika dihubungi detikcom, Kamis (28/1/2021).

Namun, sebelum mencoba terjun ke dunia bitcoin atau mata uang kripto lainnya, pemula harus memahami aset itu sendiri.

"Pertama sekali adalah pemahaman tentang aset kripto. Baik dari sisi teknologi, aktivitas market dan lain-lain. Ini terus berkembang mengingat teknologi blockchain dan aset kripto yang terus berkembang," ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menjelaskan, untuk mulai terjun ke dunia mata uang kripto, maka seseorang harus memahami risiko tinggi yang akan dihadapi. Di beberapa waktu, mata uang kripto memang berpotensi memberikan keuntungan tinggi. Namun, ada juga saat-saat di mana keuntungan itu berbalik tajam.

"Cryptocurrency ini pergerakannya lebih fluktuatif, risikonya lebih besar, tapi kalau trennya bagus ya dapatnya lebih besar, jadi high risk high return," tutur Sutopo.

Sama seperti investasi di instrumen lain, ia mengingatkan agar masyarakat menggunakan uang menganggur atau uang dingin untuk terjun ke dunia mata uang kripto. Kemudian, pilihlah perusahaan yang berperan sebagai pedagang aset kripto yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Dana yang dipakai jangan dana panas, tapi dana dingin, dana yang memang bukan kebutuhan sehari-hari karena pergerakan di kripto ini cukup tinggi, naik-turunnya sangat fluktuatif dibandingkan trading di aset lainnya. Kemudian karena di Indonesia sendiri sudah legal untuk perusahaan exchange untuk cryptocurrency ini, jadi bagi pemula mereka bisa periksa, ada 13 perusahaan yang legal sekarang di Indonesia, di bawah Bappebti. Itu bisa jadi acuan mereka juga," imbuh Sutopo.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT