Dirut Bank Syariah Indonesia Pede Masuk 10 Bank Syariah Terbesar Dunia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 01 Feb 2021 17:00 WIB
Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Hery Gunardi (kanan), bersama Komisaris Independen Bank Syariah Mandiri Suyanto (kedua kanan), Ketua Dewan Pengawas Syariah Mohamad Hidayat (ketiga kanan), Direktur Finance, Strategy dan Treasury Ade Cahyo Nugroho (kiri) memindai kode batang untuk sedekah serentak bersama seluruh jajaran Direksi, Komisaris, DPS dan pegawai di seluruh Indonesia secara daring di Jakarta, Minggu (1/11/2020). Dalam rangka milad ke-21 tahun Bank Syariah Mandiri menggelar program berbagi dan peduli untuk masyarakat di Indonesia bernilai Rp24,7 miliar dan menyentuh lebih dari 30 ribu penerima manfaat di Indonesia.
Foto: Istimewa/Mandiri Syariah
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk, hasil merger tiga bank syariah anak usaha bank BUMN. Dalam acara peresmian tersebut, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi menyatakan siap membawa bank ini masuk ke dalam daftar 10 bank syariah terbesar di dunia dalam 5 tahun mendatang.

"Kami siap membawa Bank Syariah Indonesia untuk masuk ke dalam 10 bank syariah terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan," katanya dalam peresmian Bank Syariah Indonesia, Senin (1/2/2021).

Dia mengatakan, proses merger ini membutuhkan waktu 11 bulan yang dimulai Maret 2020. Proses merger tersebut pun rampung dan pada hari ini telah resmi beroperasi dengan nama dan identitas baru, Bank Syariah Indonesia.

"Nama Bank Syariah Indonesia dipilih karena kami ingin bank syariah ini dapat menjadi representasi Indonesia baik di tingkat nasional maupun global," katanya.

"Logo Bank Syariah Indonesia memiliki bintang bersudut lima ini merepresentasikan lima sila Pancasila dan lima rukun Islam," tambahnya.

Hingga Desember 2020, bank hasil merger memiliki total aset Rp 240 triliun, total pembiayaan Rp 150 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) Rp 210 triliun. Lalu, modal inti perusahaan Rp 22,6 triliun.

"Bank Syariah Indonesia akan menjadi bank peringkat ke-7 (nasional) berdasarkan total aset," katanya.

Bank Syariah Indonesia memiliki sekitar 1.200 kantor cabang. Kemudian, memiliki sekitar 20.000 karyawan yang tersebar di Indonesia.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bank syariah terbesar di Indonesia ditargetkan rampung pada Februari 2021. Adanya bank syariah ini sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat industri keuangan syariah.

"Kita memperkuat industri keuangan syariah dengan membangun bank syariah terbesar di Indonesia. Kita sudah targetkan nanti insyaallah di Februari ini sudah diselesaikan," kata Jokowi dalam acara Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) dan Brand Ekonomi Syariah.

(acd/zlf)