Jadi yang Terbesar di RI, Ini Profil Bank Syariah Indonesia

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 02 Feb 2021 10:55 WIB
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi
Foto: Dok. BSM
Jakarta -

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) resmi beroperasi mulai Senin, 1 Februari 2021. Bank ini merupakan hasil merger 3 perusahaan bank pelat merah yaitu BNI Syariah, BRI Syariah, dan Mandiri Syariah.

Hasil penggabungan itu, menjadikan bank yang dipimpin oleh Hery Gunardi ini sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sekaligus menempatkannya dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset.

Total aset BSI sampai dengan bulan Desember 2020 sekitar Rp 214,6 triliun, modal inti lebih dari Rp 22,60 triliun, total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 210 triliun, serta total pembiayaan Rp 157 triliun.

Dilihat dari jaringan layanannya, BNI Syariah saat ini 68 Kantor Cabang, 300 Kantor Cabang Pembantu, 13 Kantor Kas, 8 Kantor Fungsional, 23 Mobil Layanan Gerak, 55 Payment Point, 202 Mesin ATM BNI dan 1.500 Outlet.

Sedangkan BRI Syariah memiliki 57 Kantor Cabang, 215 Kantor Cabang Pembantu, 10 Kantor Kas, 12 Unit Mikro Syariah, 2.209 Kantor Layanan Syariah, 387 mesin EDC, 539 Mesin ATM, 25 Mobil ATM, 522 Laku Pandai.

Mandiri Syariah memiliki 1 Kantor Pusat dan 1.736 jaringan kantor yang terdiri dari 129 kantor cabang, 398 kantor cabang pembantu, 50 kantor kas, 1000 layanan syariah bank di Bank Mandiri dan jaringan kantor lainnya, 114 payment point, 36 kantor layanan gadai, 6 kantor mikro dan 3 kantor non operasional di seluruh propinsi di Indonesia, dengan akses lebih dari 200.000 jaringan ATM.

Sehingga, bila ditotal, BSI akan didukung oleh lebih dari 1.100 Kantor Cabang, sekitar 200.741 jaringan ATM yang tersebar di seluruh Nusantara.

Hal itu, membuat pemerintah optimis, BSI bisa menjadi top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.

(eds/eds)