Ada Vaksin COVID-19, BNI Pede Kredit Bisa Tumbuh 6% di 2021

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 04 Feb 2021 14:45 WIB
Daftar bunga kredit bank
Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta -

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Royke Tumilaar menyampaikan proyeksi kredit perbankan terkait pertumbuhan ekonomi RI dan pengaruhnya ke sektor perbankan sepanjang 2021. Menurutnya, ada optimisme dari para pelaku bisnis terhadap ekonomi RI 2021 berkat vaksinasi COVID-49.

"Dengan telah bergulirnya vaksinasi COVID-19 di awal tahun 2021 serta implementasi omnibus law hal tersebut memberikan optimisme bagi para pelaku bisnis sehingga perekonomian Indonesia di tahun 2021 diproyeksikan dapat tumbuh baik, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi dapat tumbuh mencapai 4-5%," ujarRoyke dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Namun, proyeksi itu tetap bergantung pada perkembangan kasus COVID-19 dan kesuksesan program vaksinasi COVID-19. Bila program vaksinasi berjalan lancar dan pertumbuhan kasusnya dapat lebih ditekan maka bukan tidak mungkin ekonomi RI balik lagi ke level 5%.

Kondisi COVID-19 yang terkendali diyakini juga akan membawa stabilitas terhadap sektor perbankan. Royke memprediksi realisasi penyaluran kredit tahun ini akan tumbuh di kisaran 6%.

"Kredit BNI kita proyeksikan akan tumbuh kurang lebih 6% plus minus 1% seiring dengan membaiknya kondisi pelaku usaha," katanya.

Sedangkan, dana pihak ketiga (DPK) BNI juga diyakini tumbuh 7,9% karena likuiditas diperkirakan masih akan berlimpah pada tahun ini.Sebelumnya sepanjang 2020, BNI mengumpulkan DPK sebesar Rp 679,5 triliun atau tumbuh 10,6%.

Lalu, kisaran kredit bermasalah (NPL) diproyeksikan akan membaik menjadi 3,7% dari 4,3% di 2020.

"Pertumbuhan DPK dan kredit akan menyebabkan LDR (loan to deposit ratio) naik 90,9% Hal itu menandakan fungsi intermediasi BNI makin optimal 2021," tuturnya.

Untuk mencapai perbaikan-perbaikan di atas, bank pelat merah ini akan mengupayakan beberapa strategi khusus. Di antaranya meningkatkan kualitas kredit melalui perbaikan manajemen risiko, meningkatkan digital capability dalam memenuhi kebutuhan nasabah, meningkatkan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Selanjutnya, meningkatkan CASA dan FBI melalui peningkatan transaksi,optimalisasi jaringan dan bisnis internasional dengan memperkuat kerja sama partnership, optimalisasi kontribusi anak perusahaan, dan terakhir meningkatkan kapabilitas SDM dalam mendukung bisnis bank.

Lihat juga video: Sri Mulyani Sebut Dunia Usaha Pingsan Gegara yang Kredit Makin Dikit

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)