Suku Bunga Masih Bisa Turun? Ini Kata Gubernur BI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 09 Feb 2021 15:50 WIB
logo bank indonesia
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya akan menempuh kebijakan suku bunga rendah dan likuiditas longgar. Ia mengatakan, BI telah menurunkan suku bunga sebanyak 5 kali di tahun 2020.

"Kami juga akan terus menempuh kebijakan subung rendah dan likuiditas longgar. Pada rapat dewan gubernur 21-22 Januari 2021 kemarin kami memang mempertahankan suku bunga kebijakan 3,75% setelah kami turunkan secara agresif tahun lalu 5 kali 125 bps dan ini merupakan suku bunga acuan terendah sejak 2013," katanya dalam rapat Komisi XI, Selasa (9/2/2021).

Lebih lanjut, Perry mengatakan, masih ada ruang untuk penurunan suku bunga ini. Dia bilang, pihaknya akan tetap melihat berbagai kemungkinan dan tetap menjaga stabilitas khususnya stabilitas nilai tukar.

Serta, pihaknya juga melihat efektivitas suku bunga dalam mendorong pemulihan ekonomi.

"Kalau ditanya apakah kami masih punya ruang suku bunga turun? Masih ada ruang bapak ketua, tentu saja kami melihat kemungkinan-kemungkinannya dengan tetap menjaga stabilitas khususnya stabilitas nilai tukar kita dan bagaimana lebih efektifnya mendorong pemulihan ekonomi," jelasnya.

Pada rapat ini, Perry mengatakan, rupiah juga berpeluang menguat. Menurutnya, rupiah saat ini masih under value.

"Kami masih melihat secara fundamental itu masih under value artinya masih ada potensi menguat karena defisit transaksi berjalan yang rendah, inflasi yang rendah, daya tarik atau imbal hasil perbedaan suku bunga yang menarik dan premi risiko yang menurun," ujarnya.

Saksikan juga 'BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Jadi 5% di 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/fdl)