Menjangkau Semua Orang, BSI Bakal Digenjot Pakai Jurus Ini

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 09 Feb 2021 22:52 WIB
Bank Syariah Indonesia
Foto: Angga Aliya Firdaus

Erick Thohir memastikan BSI untuk universal sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maksud universal di sini adalah bisa menjangkau semua nasabah atau tidak terfokus kepada nasabah Muslim saja.

Hal ini juga sekaligus menjawab persepsi banyak masyarakat yang menganggap BSI hanya eksklusif untuk masyarakat Muslim saja.

"Kita ambil contoh yang konkret saja, ketika bicara misalnya industri fesyen, sekarang eranya anak muda luar biasa, ada yang namanya kolaborasi, Nike saja mengeluarkan baju olahraga yang friendly dengan syariah, kalau ditanya Nike punya siapa?," kata Erick dalam program Business Talk Kompas TV, Selasa (9/2/2021).

"Kan sama, hal-hal ini yang penting kita mendukung marketnya ada, tren desainnya ada, pengusaha berkolaborasi dengan siapa pun itu yang kita lihat. Jadi saya sangat setuju, jangan menjadi ini inklusif," tambahnya.

Dia pun mencontohkan dari industri makanan. Menurut dia, tren kesehatan saat ini menjadi tinggi. Menurut dia, dengan metode syariah itu bisa mendeteksi kesehatan yang terjadi, di mana makanan halal itu sangat dekat dengan kesehatan.

"Ini yang coba kita edukasi dan terbuka. Sama juga kan ketika kita mau bicara mempromosikan makanan Indonesia di luar negeri, ini kan marketnya besar kalau kita bicara halal food kita ngomong di Inggris berapa banyak penduduk India di Inggris yang muslim, Pakistan banyak, dari TImur Tengah juga banyak di Inggris," jelasnya.

"Hal-hal ini ini menjadi potensi, tapi tidak terjebak tadi bahwa yang mesti makan ini-ini, tidak saya rasa," tambahnya.

Menurut Erick, hal-hal seperti itu yang akan dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia. Meski begitu, pemerintah dan BSI harus merumuskan sistem bagi hasil lebih bersahabat untuk menciptakan kesempatan bagi pengusaha.

"Inilah mekanisme yang terus kita perbaiki, apalagi BSI sendiri sudah punya fundamental yang kuat dengan tadi nilai aset yang Rp 240 triliun, yang selama ini bank syariah ini gampak terseok-seok ketika ada angin untuk menerobos finansial pada saat sistem keuangannya tidak sehat," ungkapnya.

Halaman

(hek/hns)