Ada Orang Kelamaan Transaksi di Mesin ATM, Harus Ditegur?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 12 Mar 2021 18:45 WIB
Elegant business woman with protective mask standing on city street and using ATM machine to withdraw cash. Corona or Covid-19 virus pandemic concept.
Foto: iStock
Jakarta -

Saat bertransaksi di mesin ATM baik untuk menarik uang tunai, transfer sampai transaksi lainnya biasanya membutuhkan sejumlah waktu. Jika tak dipersiapkan sebelumnya dan transaksi terlalu banyak maka bisa menyebabkan antrean yang panjang di belakang.

Tapi akan beda cerita jika mesin ATM memang sepi dan tak ada orang yang sedang bertransaksi sebelumnya. Bagaimana ya jika ada orang yang sedang bertransaksi tapi terlalu hingga menyebabkan antrean, baiknya ditegur atau didiamkan saja sampai selesai?

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group (AAG) Andy Nugroho mengungkapkan memang tak ada larangan untuk menegur orang yang terlalu lama bertransaksi di mesin ATM.

"Nggak ada larangannya juga sih, hanya karena memang kultur orang Indonesia tidak terbiasa untuk menegur. Tapi baiknya ditegur kalau dirasa terlalu lama dan menyebabkan antrean panjang," kata dia saat dihubungi detikcom, Jumat (12/3/2021).

Dia mengungkapkan cara menegur yang baik agar tidak menimbulkan keributan adalah salah satunya dengan meminta tolong security yang ada di sekitar mesin ATM. Kemudian bisa dengan menyampaikan kata maaf sebelum menegur.

"Bisa juga bilang 'maaf apakah transaksinya boleh dipercepat'," ujar dia. Terkadang lamanya transaksi juga terjadi karena orang yang sudah berada di depan mesin ATM ini mencari-cari informasi atau catatan.

Andy mengatakan jika memang jumlah transaksi banyak. Bisa menyelesaikan dulu 2 transaksi kemudian ikut antre lagi di paling belakang. Hal ini agar tak terjadi antrean yang terlalu panjang dan tak membuat orang lain kesal.

Jika melakukan tarik tunai, setelah proses selesai. Maka hitung uang jangan di depan mesin ATM jika masih ada orang yang mengantre di belakang.

(kil/fdl)