Banyak Orang RI Belum Melek Keuangan, Apa Dampaknya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 25 Mar 2021 19:45 WIB
Ilustrasi THR
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Literasi dan inklusi keuangan di Indonesia tercatat masih rendah. Sesuai dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan orang Indonesia yang melek keuangan baru mencapai 38% dari jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa atau sebanyak 102,6 juta.

Perencana Keuangan Senior Aidil Akbar Madjid mengungkapkan pengetahuan keuangan ini harus ditingkatkan agar perencanaan keuangan dan kesejahteraan bisa meningkat.

Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan yang mencukupi terkait masalah keuangan. "Mulai dari pengenalan lembaga jasa keuangan, produk jasa keuangan, fitur hingga manfaat sampai risiko," kata dia dalam keterangannya, Kamis (25/3/2021).

Menurut dia dengan bertambahnya pengetahuan keuangan masyarakat ini diharapkan masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih baik, sehingga perencanaan keuangan keluarga bisa menjadi optimal.

Di industri jasa keuangan dengan naiknya literasi ini berpotensi membuat produk dan jasa keuangan lebih dikenal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Coordinator Referral Program Tunaiku-Amar Bank Ghaida Nuris Tsara mengungkapkan Amar Bank memberikan solusi layanan keuangan yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan keuangan.

Inovasinya adalah dengan layanan perbankan digital yang cerdas serta memperkenalkan produk layanan baru yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga bisa mengubah hidup menjadi lebih baik.

Di pihak lain, tingkat partisipasi perempuan Indonesia di bidang kewirausahaan tertinggi di Asia Tenggara. Dari sebuah hasil survei menunjukkan bahwa 83% atau 8 dari 10 perempuan menyatakan bersedia mengikuti pelatihan online guna meningkatkan keterampilan tambahan serta mendukung kesuksesan usaha.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Barat, Lisniawati, menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Amar Bank dalam mengedukasi komunitas, khususnya para perempuan untuk dapat bijak merencanakan keuangan baik itu untuk pribadi, keluarga atau usaha.

Pemanfaatan produk digital menjadi penting untuk menghadirkan layanan keuangan mudah diterima oleh masyarakat.

Selanjutnya
Halaman
1 2