Ada Nasabah yang Merasa Ditipu, AIA Buka Suara

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 28 Mar 2021 10:02 WIB
Gedung asuransi AIA di Jakarta
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Geger di dunia maya ribuan nasabah asuransi AIA membentuk grup Facebook berjudul Korban Penipuan Asuransi AIA. Dalam grup tersebut banyak yang mengeluhkan dan merasa tertipu dengan produk yang ditawarkan oleh asuransi AIA.

Hal ini karena uang pencairan polis tidak didapatkan secara penuh dan hanya sekitar 30%. Para nasabah mengeluhkan jika agen-agen asuransi ini hanya mengiming-imingi nasabah dengan potensi keuntungan yang didapatkan. Bukan menjelaskan dan mengedukasi risiko-risiko apa saja yang mungkin akan ditemui di kemudian hari.

Akibat banyaknya keluhan tersebut, pihak AIA akhirnya buka suara. Begini penjelasan lengkapnya:

Chief Marketing Officer PT AIA Financial Lim Chet Ming menyebut jika nasabah adalah prioritas utama perusahaan. Lim mengungkapkan untuk nasabah yang mempertanyakan produk Unitlink AIA disebutkan produk itu sudah sesuai dengan aturan.

"Dapat kami sampaikan seluruh produk AIA dirancang dengan fitur dan manfaat yang sudah mengikuti aturan regulator," kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (27/3/2021).

Kemudian Asuransi AIA mengimbau kepada nasabah sebelum membeli agar mendapatkan penjelasan dari tenaga pemasar terkait produk yang dibeli.

Misalnya dengan mempelajari polisnya terlebih dulu. Lim juga menyampaikan jika dalam kurun waktu tertentu tersebut nasabah ingin membatalkan polis maka nasabah bisa mengembalikan seluruh premi yang telah disetorkan.

Seluruh tenaga pemasar Asuransi AIA disebut telah mengikuti proses pelatihan internal dan sertifikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) agar memiliki pengetahuan produk yang baik dan mampu memasarkan seluruh produk sesuai aturan yang berlaku.

Lim mengatakan terkait beberapa pemberitaan tentang keluhan nasabah AIA di laman Facebok, menyatakan nasabah merupakan prioritas utama, sejalan dengan komitmen perusahaan membantu jutaan keluarga di Indonesia hidup lebih sehat, lebih lama, lebih baik.

"Saat ini kami tengah mempelajari data pada laman Facebook tersebut dan terus melakukan proses pengecekan untuk melakukan validasi nama-nama yang ada di forum ini dan memastikan siapa saja yang memang adalah nasabah terdaftar kami, serta sudah menyampaikan keluhannya melalui saluran komunikasi resmi AIA yaitu Customer Care Line," ujar Lim.

Keluhan Nasabah

Nasabah yang dihubungi detikcom Maria Trihartarti menceritakan 7 tahun lalu dia ditawarkan produk asuransi kesehatan oleh seorang temannya. Produk itu disebut mengcover kesehatan anak-anaknya.

"Tapi sejak awal saya tidak pernah dijelaskan jika uang akan hilang. Di AIA itu saya bayar via autodebet Rp 1 juta dan sudah masuk tahun ke 7 artinya uang sudah masuk Rp 85 juta tapi yang kembali hanya Rp 32,6 juta," kata dia saat dihubungi.

Titin Herlianah juga menjelaskan para agen ini tidak menginformasikan dengan jelas terkait produk-produk tersebut. Biasanya para agen ini menawarkan produk kepada nasabah di kantor cabang bank.

"Sebelum beli produk asuransi itu memang harus tanya detail dulu, kalau perlu direkam tuh omongan agen waktu menjelaskan," jelas dia.

(kil/zlf)