Apakah Unit Link Bisa Menguntungkan?

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 04 Apr 2021 14:58 WIB
Business woman showing insurance document over white desk at office
Foto: Getty Images/iStockphoto/eternalcreative
Jakarta -

Produk unit link tengah ramai diperbincangan publik. Produk perusahaan asuransi ini disebut-sebut merugikan beberapa nasabah perusahaan asuransi tertentu hingga mereka membuat aksi protes di media sosial.

Unit link memang produk yang berbeda dibandingkan dengan produk asuransi konvensional lainnya. Produk ini mengkombinasikan proteksi dan investasi. Artinya nasabah yang membeli unit link bisa mendapatkan perlindungan asuransi dan juga manfaat investasi yang dikelola oleh perusahaan asuransi.

Melansir laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Minggu (4/4/2021), unit link juga memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan instrumen investasinya. Misalnya Cahs Fund Unit Link, uang nasabah diinvestasikan pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan surat utang jangka pendek.

Lalu ada fixed Income Unit Link atau unit link pendapatan tetap. Sebagian besar uang nasabah akan difokuskan pada instrumen obligasi.

Lalu Managed Unit Link atau unit link pendapatan campuran. Nah produk ini akan menginvestasikan uang nasabah di instrumen saham dan obligasi dengan racikan yang tertentu tergantung strategi perusahaan asuransinya.

Terakhir ada Equity Unit Link atau unit link dana saham. Di produk ini porsi uang untuk investasinya akan ditempatkan di instrumen saham. Tentunya masing-masing jenis memiliki karakteristik keuntungan dan risiko yang berbeda-beda.

Dalam produk unit link, uang yang disetorkan nasabah tak hanya diperuntukkan membayar premi asuransi, tetapi juga diinvestasikan oleh perusahaan asuransi melalui manajer investasi, agar nilainya terus berkembang.

Memang produk unit link ini memiliki kelebihan. Dari catatan OJK selama 10 tahun terakhir, produk unit link tumbuh 10.000%. Di sisi lain asuransi konvensional hanya tumbuh 380%.

Namun terkadang dengan iming-iming yang disebutkan oleh agen asuransi terkadang nasabah terlupa bahwa di balik potensi keuntungan ada risiko di belakangnya. Layaknya produk investasi semakin besar potensi keuntunganya semakin besar pula risikonya.

"Kebanyakan orang beli itu karena sudah diiming-imingi janji sudah pasti untung, sudah ada proteksinya dan sebagainya. Sometimes it's too good to be true karena kalau produk yang seperti itu tuh one-stop sekali. Sementara orang sampai lupa risikonya apa. Jadi balik lagi tergantung kebutuhan tiap orangnya," kata Investment Specialist dari Sucor Asset Management Toufan Yamin dilansir dari program Investime CNBC Indonesia.

Selain itu, alasan mengapa hasil unit link asuransi dan investasi tidak sebanyak atau bahkan di bawah investasi biasa, seperti reksa dana, karena adanya perbedaan biaya yang dibayarkan oleh nasabah. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, uang yang disetorkan nasabah dalam produk unit link tak sepenuhnya diinvestasikan agar nilainya terus berkembang, tetapi juga diperuntukkan membayar premi asuransi.



Simak Video "PARFI Akan Berikan Bantuan Asuransi Kesehatan untuk Artis Senior"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)