Bye-bye Uang Tunai! Jemaah Umroh dan Haji Bisa Transaksi Pakai Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 08 Apr 2021 18:00 WIB
CLARIFIES THAT THE UMRAH PILGRIMAGE CAN BE UNDERTAKEN AT ANY TIME OF THE YEAR -- In this photo released by Saudi Ministry of Hajj and Umrah, Muslims practice social distancing while praying around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque during the first day umrah pilgrimages were allowed to restart, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, Oct. 4, 2020. The umrah pilgrimage, or smaller pilgrimage, can be undertaken at any time of the year. A very small, limited number of people donning the white terrycloth garment symbolic of the Muslim pilgrimage circled Islams holiest site in Mecca on Sunday after Saudi Arabia lifted coronavirus restrictions that had been in place for months. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP)
Ilustrasi/Foto: AP Photo
Jakarta -

Jemaah umroh dan haji dari Indonesia nantinya tak perlu lagi membawa uang tunai saat beribadah di Tanah Suci. Hal ini karena Bank Indonesia (BI) berkolaborasi agar QR Indonesia Standard (QRIS) bisa digunakan di luar negeri.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan jika nantinya QRIS bisa digunakan di Arab Saudi. "Lebih dari itu Insyaallah digunakan untuk memudahkan pembayaran wisata, perjalanan religi khususnya umroh dan haji, itu akan kita lakukan," kata Perry dalam acara FEKDI, Kamis (8/4/2021).

Perry menyebutkan hal ini karena BI berupaya agar transaksi cross border menggunakan QRIS bisa dilakukan. Seperti di Thailand, Malaysia, dan Arab Saudi.

Menurut Perry dengan QRIS yang bisa ditransaksikan di lintas negara maka bisa mempermudah transaksi perdagangan, ritel, UMKM, sampai remitansi alias pengiriman uang.

Perry menargetkan ada 12 juta merchant yang tersambung dengan QRIS tahun ini. Kemudian BI juga sedang mengembangkan biometric payment, sehingga otentikasi pembayaran tak perlu lagi menggunakan password atau PIN.

QRIS adalah quick response code yang dikembangkan BI agar bisa digunakan secara universal dan bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran dalam dan luar negeri.

QRIS disusun oleh BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan menggunakan standar internasional EMV Co.1 untuk mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara.

Dalam acara juga diluncurkan implementasi QR Code Indonesian Standard (QRIS) Customer Presented Mode (CPM), implementasi Microsite Startup Digital,yaitu platform berisikan modul-modul panduan melakukan usaha secara digital pada website BI (https://www.bi.go.id/bliss), dan uji coba QRIS Transfer, Tarik, dan Setor (TTS).

(kil/ara)