BTN Kantongi Laba Bersih Rp 625 M di Kuartal I-2021, Naik 36%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 22 Apr 2021 11:40 WIB
Pandemi COVID-19 membuat transaksi perbankan secara online meningkat pesat. Salah satunya adalah nasabah Bank BTN yang makin makin aktif bertransaksi melalui mobile banking.
Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) kuartal I 2021 mencatat laba bersih sebesar Rp 625 miliar atau naik 36,75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 457 miliar.

Corporate Secretary BTN Ari Kurniaman mengatakan pihaknya akan terus melakukan inovasi agar tetap mencatatkan pertumbuhan positif terutama untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Kemudian Bank BTN akan terus memperkuat pencadangan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang muncul akibat tekanan pandemi.

"Misi utama kami adalah menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Ke depannya, kami akan terus berinovasi sehingga semakin banyak masyarakat memiliki hunian sekaligus tetap mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif dan berkelanjutan," kata Ari dalam konferensi pers, Kamis (22/4/2021).

Dia menjelaskan laba bersih ditopang peningkatan pendapatan bunga. Pendapatan bunga BBTN tercatat naik 2,99% yoy menjadi Rp 6,35 triliun. Perseroan juga sukses menekan beban bunga sebesar 10,28% yoy dari Rp 3,99 triliun menjadi Rp 3,58 triliun. Dengan langkah tersebut, pendapatan bunga bersih Bank BTN tercatat naik di level 27,32% yoy menjadi Rp 2,77 triliun.

Perolehan pendapatan bunga BBTN tersebut ditopang penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp 261,34 triliun per kuartal I/2021. Penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut tercatat naik 3,19% yoy dari Rp 253,25 triliun per kuartal I/2020.

Kemudian untuk pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN tersebut pun berada di atas penyaluran kredit perbankan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merekam kredit perbankan nasional terkoreksi hingga 2% yoy per Januari 2021.

Laporan keuangan Bank BTN menunjukkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih tercatat menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan kredit BBTN. KPR subsidi Bank BTN tercatat naik 9,04% yoy menjadi Rp 122,96 triliun per kuartal I/2021. KPR Non-subsidi juga mulai menunjukkan peningkatan tipis di level 0,2% yoy menjadi Rp 80,15 triliun pada akhir Maret 2021. Secara total, pertumbuhan kredit di segmen perumahan tumbuh sebesar 3,23% yoy menjadi Rp236,57 trilliun.

Kemudian, pada kredit di segmen non-perumahan tercatat tumbuh 2,87% yoy menjadi Rp 24,76 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan di segmen kredit konsumer dan kredit korporasi yang tumbuh masing-masing sebesar 9,43% yoy dan 7,44% yoy.

Lanjut halaman berikutnya soal kinerja BTN.

Simak juga 'TNI AD-BTN Teken MoU Pembiayaan Perumahan Prajurit':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2