Jadi 'Juru Selamat' Jiwasraya, Ini Model Bisnis IFG Life

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 28 Apr 2021 17:05 WIB
Business woman showing insurance document over white desk at office
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/eternalcreative
Jakarta -

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) sudah mengantongi izin operasional perusahaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan asuransi baru itu disebut akan menghadirkan model bisnis yang berorientasi pada proteksi.

"Bagi bisnis IFG Life ini akan sangat relevan melalui salah satunya dalam bentuk perlindungan kesehatan, yang memang sangat dibutuhkan dan dicari oleh masyarakat," kata Komisaris Utama IFG Life, Pantro Pander Silitonga dalam Webinar IFG Progress, Rabu (28/4/2021).

Pantro menyebut terdapat tiga pilar bisnis IFG Life yang akan dijalankan ke depan. Pertama, mengelola portfolio PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang sudah direstrukturisasi dan dimigrasikan ke IFG Life.

Kedua, melaksanakan bisnis baru yang berbasis jiwa dan kesehatan yang berorientasi pada proteksi. Ketiga, dana pensiun melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

Market utama yang akan digarap oleh IFG Life adalah ekosistem BUMN mulai dari korporasi, pegawai, nasabah serta pelanggan BUMN.

"Kami yakin bahwa IFG Life mempunyai model bisnis yang cukup kuat, mempunyai target pasar di BUMN yang besar dengan tata kelola dan risk management yang kuat akan membantu memastikan bahwa perusahaan dikelola dengan baik, dan nantinya akan memberikan perlindungan kepada pemegang polis," jelas Pantro.

Untuk mendukung operasional bisnis, IFG Life menyiapkan customer centric model dengan beberapa aspek pembeda. Misalnya untuk mendorong pelanggan, IFG Life akan masuk dengan core proposition yang relevan sesuai dengan kebutuhan, baik itu asuransi jiwa maupun kesehatan.

Kemudian, IFG Life memilih untuk menyiapkan financial advisors yang mencoba mengerti kebutuhan pelanggan, yang berorientasi bukan hanya kebutuhan penjualan jangka pendek. Selain itu, IFG Life juga menyiapkan, Conservative and LDI-based investments: Di mana, investasi ini akan lebih prudent, lebih conservative, dan di sesuaikan dengan profil liabilitas atau kebutuhan perlindungan pemegang polis.

"Kami akan memberikan lebih kepada pemegang polis karena kami akan lebih efisien dalam operasional, termasuk biaya distribusi, biaya investasi, sehingga pemegang polis akan mendapatkan lebih banyak manfaat," jelas Pantro.

(aid/ara)