3 Fakta soal Restrukturisasi Jiwasraya

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 06:15 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya Dibanjiri Karangan Bunga
Foto: Dok. Jiwasraya
Jakarta -

Kasus gagal bayar polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sedang dalam upaya penyelamatan melalui restrukturisasi. Semua prosesnya ditargetkan akan selesai 31 Mei 2021.

Berdasarkan data per 27 April 2021, pemegang polis bancassurance yang ikut dalam restrukturisasi mencapai 93% atau 16.192 polis. Sementara itu, pemegang polis korporasi yang ikut restrukturisasi mencapai 80,1% atau 1.638 polis. Di sisi lain, pemegang polis ritel sudah mencapai 74,8% atau 134.232 polis.

Berikut 3 faktanya:

1. Keuangan 'Berdarah-darah'

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkap kondisi keuangan Jiwasraya pada 2020, di mana defisit ekuitas terus membengkak hingga kini mencapai Rp 38,6 triliun. Sementara untuk liabilitas Jiwasraya sudah mencapai Rp 54,4 triliun.

"Tekanan likuiditas dan solvabilitas yang melemah dapat terlihat pada kondisi keuangan Jiwasraya berdasarkan laporan keuangan 2020, di mana total liabilitas polis mencapai Rp 54,4 triliun yang meningkat terus," katanya dalam webinar Indonesia Financial Group (IFG) Progress Launching, Rabu (28/4/2021).

Hal itu tidak sebanding dengan nilai aset Jiwasraya. Pria yang akrab disapa Tiko itu menyebut total aset Jiwasraya hanya Rp 15,7 triliun, itu pun mayoritas kualitasnya buruk. "Nilai aset hanya sebesar Rp 15,7 triliun yang mayoritas aset tidak likuid dan berkualitas buruk," tuturnya.

Sampai saat ini risk based capital (RBC) telah mencapai -1.003,7% yang seharusnya batas minimal sesuai peraturan OJK sebesar 120%. Nilai delay payment juga telah mencapai Rp 20 triliun.

Lanjut ke halaman berikutnya soal fakta lain Jiwasraya.

Selanjutnya
Halaman
1 2