3 Fakta soal Restrukturisasi Jiwasraya

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 06:15 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya Dibanjiri Karangan Bunga
Foto: Dok. Jiwasraya

2. IFG Life Sebagai 'Penyelamat'

Tiko menyebut Jiwasraya ke depannya tidak akan beroperasi lagi menjadi perusahaan asuransi. Polis yang direstrukturisasi beserta aset yang berstatus clear and clean akan dipindahkan ke IFG Life yang menjadi holding BUMN asuransi dan membawahi 9 BUMN yang bergerak di industri jasa keuangan non bank.

"Bagi pemegang polis yang setuju dengan restrukturisasi, maka polis akan dialihkan atau ditransfer ke IFG life untuk dilanjutkan pelayanan, pertanggungan, dan pembayaran manfaatnya," tuturnya.

Jiwasraya nantinya hanya beroperasi untuk menampung polis yang tidak setuju direstrukturisasi. Jiwasraya akan melakukan pengalihan seluruh polis asuransi yang telah direstrukturisasi termasuk utang klaim beserta aset pendukungnya.

"Selanjutnya Jiwasraya tidak akan beroperasi sebagai perusahaan asuransi jiwa lagi ke depannya. Jiwasraya akan beroperasi sebagai perseroan terbatas untuk menyelesaikan utang dengan dukungan sisa aset kepada polis-polis yang tidak setuju untuk direstrukturisasi dan dipindahkan kepada IFG life," katanya.

3. Jurus Agar Kasus Jiwasraya Tak Terulang

Komisaris Utama IFG Life, Pantro Pander Silitonga menyebut pihaknya akan berkomitmen menghadirkan perusahaan asuransi baru yang benar-benar kokoh dan memberikan perlindungan kepada pemegang polis. "Nama PT-nya PT Asuransi Jiwa IFG, dengan brand yang baru kita mau memulai chapter yang baru," tuturnya.

Pantro menyebut hanya produk-produk asuransi yang sifatnya sehat yang ada di IFG Life. Produk asuransi yang dianggap tidak sehat di Jiwasraya tidak akan ada lagi, salah satunya produk dengan imbal hasil yang pasti atau fix return alias guaranteed return.

"Di sisi liabilitas kita harus memastikan yang dulu terjadi di Jiwasraya itu produk-produknya tidak akan terjadi lagi. Oleh karenanya produk yang sifatnya guaranteed return itu tidak ada lagi. Kita akan mempunyai produk-produk yang memang sehat," tuturnya.

Nantinya juga ada Komite Investasi yang akan memberikan arahan dan pengawasan terhadap investasi yang akan dilakukan di IFG Life.

"Kita harus pastikan investasi yang kita lakukan berorientasi pada pemenuhan liabilitas, jadi prinsipnya asset & liability matching. Mungkin sebelumnya tidak benar-benar diimplementasikan secara disiplin, jadi memang menurut kita itu pertama bagaimana kita memetakan profile dari liabilities-nya dan memastikan bahwa alokasinya sesuai dengan profile liabilities," tandasnya.

Halaman

(aid/fdl)