'Juru Selamat' Jiwasraya Resmi Gabung AAJI, Ini Dampaknya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 16:38 WIB
IFG Life
Foto: IFG Life (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) resmi menjadi anggota Asuransi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Direktur Utama IFG Life Andy Samuel mengatakan jika bergabungnya IFG Life sebagai anggota AAJI diharapkan terus meningkatkan profesionalisme di industri asuransi jiwa.

Andy mengatakan selain itu diharapkan bisa memupuk kerja sama dan memberikan manfaat dalam pengembangan usaha asuransi jiwa di Indonesia. "Dengan masuknya IFG Life menjadi anggota AAJI diharapkan bisa memelihara dan memupuk kerja sama yang saling memberikan manfaat," kata dia dalam keterangan resmi, Selasa (4/5/2021).

AAJI merupakan organisasi yang memiliki sarana untuk berkomunikasi dalam menyampaikan aspirasi dan peningkatan profesionalisme para pelaku asuransi jiwa dan reasuransi di Indonesia. AAJI juga menjadi mitra pemerintah Republik Indonesia dalam hal pembinaan dan pengawasan kegiatan usaha asuransi jiwa dan reasuransi yang berkontribusi pada perekenomian nasional.

Sekretaris Perusahaan IFG, Oktarina D. Sistha menyampaikan, dengan anggota AAJI juga menjadi momentum untuk memperoleh pengetahuan dalam pengembangan bisnis model perusahaan. Yang mana, Sistha bilang saat ini perusahaan telah menyiapkan model bisnis yang berorientasi kepada proteksi.

"Sebagai anggota AAJI tentunya kami akan mendapatkan masukan atas bisnis model perusahaan. Di mana, IFG Life akan kembali kepada marwah asuransi, yang memberikan perlindungan kepada pemegang polis baik asuransi jiwa maupun kesehatan," imbuh dia.

Saat ini, IFG Life diketahui sudah mengantongi izin operasional perusahaan melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK No KEP-19/D.05/2021. Dengan izin itu, IFG Life siap beroperasi dengan tiga pilar bisnis.

Pertama, mengelola portfolio Jiwasraya hasil dari program restrukturisasi polis. Kedua, melaksanakan bisnis baru yang berbasis jiwa dan kesehatan yang berorientasi pada proteksi. Ketiga, mengelola dana pensiun melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Adapun pasar utama yang akan digarap oleh IFG Life adalah ekosistem BUMN, mulai dari korporasi, pegawai, nasabah serta pelanggan BUMN.

Bahkan saat ini, IFG Life juga sudah menyiapkan model bisnis yang berbeda dari model bisnis asuransi Jiwasraya. Misalnya untuk mendorong pelanggan, IFG Life akan masuk dengan core proposition yang relevan sesuai dengan kebutuhan, baik itu asuransi jiwa maupun kesehatan.

Kemudian, IFG Life memilih untuk menyiapkan penasihat keuangan yang mencoba mengerti kebutuhan pelanggan, yang berorientasi bukan hanya untuk kebutuhan penjualan jangka pendek. Selain itu, IFG Life juga menyiapkan, Conservative and LDI-based investments: Di mana, investasi ini akan lebih prudent, lebih conservative, dan di sesuaikan dengan profil liabilitas atau kebutuhan perlindungan pemegang polis.

"Dengan begitu kami yakin bahwa IFG Life mempunyai bisnis model yang cukup kuat dengan captive market di BUMN yang besar. Bahkan, dengan tata kelola dan risk management yang kuat, akan membantu memastikan bahwa perusahaan dikelola dengan baik, dan nantinya akan memberikan perlindungan kepada pemegang polis," jelas dia.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon menyambut baik terdaftarnya IFG Life sebagai anggota baru di AAJI. Budi berharap keberadaan IFG Life dapat memberi warna baru di dalam industri asuransi jiwa. "Kami juga berharap kehadiran IFG Life juga dapat memberi kontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan khususnya mengenai jiwa, kesehatan dan pengelolaan dana pensiun," jelas dia,

Simak juga 'Saat Moeldoko Siap Fasilitasi Korban Jiwasraya Bertemu Kementerian BUMN':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/zlf)