BRI Pimpin Daftar Perusahaan Paling Bernilai di RI Versi Forbes

Angga Laraspati - detikFinance
Selasa, 18 Mei 2021 11:54 WIB
Illustrasi Gedung BRI
Foto: Dok. BRI
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menorehkan prestasi di tingkat dunia. Terbaru, emiten berkode saham BBRI ini sukses dinobatkan oleh Forbes 2021 Global 2000 World's Largest Public Companies sebagai perusahaan publik paling bernilai di Indonesia.

Secara keseluruhan, BRI menempati peringkat ke-362 di antara 2.000 perusahaan publik terbaik di dunia. Selain itu bank yang saat ini dinakhodai Sunarso tersebut juga masuk ke dalam daftar World Best Banks 2021 versi Forbes.

Mengutip laman resmi Forbes, terdapat 6 perusahaan publik di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut, dan BRI menempati peringkat tertinggi. Capaian ini menjadikan BRI menempati posisi tertinggi untuk 7 (tujuh) tahun berturut-turut.

"Pencapaian ini merupakan bukti komitmen BRI yang dapat menjaga kinerja yang sustain dengan fokus pada penyelamatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta menjadi partner strategis Pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional," ungkap Direktur Utama BRI Sunarso dalam keterangan tertulis, Selasa (18/5/2021).

Sementara itu, daftar Global 2000: The World's Largest Public Companies bersumber dari sistem FactSet Research yang melakukan seleksi terhadap 2000 perusahaan publik terbesar di dunia. Ada empat aspek yang dilihat pada riset ini yaitu sales, profit, assets dan market value.

Meskipun kondisi pasar kurang menguntungkan dan sangat menantang dikarenakan adanya pandemi COVID-19, BRI masih mampu mencatatkan kinerja yang baik. Dari sisi penjualan, BRI berada di peringkat 1.007 dan profitabilitas berada diurutan 529, sedangkan aset di peringkat 354, dan nilai pasar berada di urutan 505.

Bank yang berkode BBRI ini juga mencatatkan pendapatan sekitar US$ 10 miliar, aset mencapai US$ 107,6 miliar dan keuntungan sebesar US$ 1,3 miliar.

Secara keseluruhan, dari 2000 perusahaan yang masuk dalam daftar Forbes Global 2000 ini mengalami kenaikan kapitalisasi pasar sebesar 47% menjadi US$ 79,8 triliun, dengan pendapatan turun 6 persen menjadi US$ 39,8 triliun dengan keuntungan turun 24% menjadi US$ 2,5 triliun.



Simak Video "#BRIBersamaUMKM"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ara)