Babak Baru OJK Vs Bosowa di Kisruh Pemegang Saham Bukopin

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 02 Jun 2021 06:30 WIB
Ilustrasi Gedung Djuanda I dan Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Foto: Grandyos Zafna

Direktur Utama Bosowa Corporindo Rudyantho mengatakan, pihaknya saat ini tidak lagi mempermasalahkan perkara hukum tersebut. Sehingga perusahaan menerima apa yang sudah menjadi putusan tersebut.

Dia mengungkapkan bahwa Bosowa dengan Kookmin Bank sudah menjalin komunikasi dan akan mencapai satu kesepahaman. Sehingga perusahaan tak permasalahkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Bukopin sebelumnya yang membuat kepemilikan saham Bosowa di Bank Bukopin menyusut.

"Kalau kita si belum terkonfirmasi (putusan PTTUN). Tapi yang lebih penting buat semua pihak yang terkait bahwa sejak akhir februari itu antara Kookmin dan Bosowa sudah masuk dalam satu kesepahaman. Bahwa kedepan isu legal itu tidak lagi menjadi prioritas di antara kedua belah pihak," ucapnya saat dihubungi detikcom.

Dengan begitu, Bosowa kini sudah menerima putusan RUPSLB bahwa perusahaan keuangan asal Korsel itu kini jadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin.

Rudyantho menjelaskan memang awalnya Bosowa tidak terima dengan putusan RUPSLB Bank Bukopin karena hak-hak perusahaan sebagai pemegang saham disingkirkan. Alhasil Kookmin masuk menjadi pemegang saham pengendali melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).

Namun hal itu kini tak lagi menjadi perhatian Bosowa lagi. Sebab pihak Kookmin juga memahami apa yang membuat pihak Bosowa gusar. Sehingga akan dibuat suatu kesepahaman antara kedua belah pihak.

"Tentu dengan masuknya Kookmin kemarin yang menurut kacamata kita awalnya itu tidak proper. Nah tentu ini yang menjadi concern kita, dan kita menganggap bahwa apa yang dilakukan sebelumnya itu berpotensi merugikan kita. Tapi dengan kesepahaman ini Kookmin juga menyadari ya memang Bosowa tidak boleh dirugikan. Dia juga sadar kita sama-sama investor dia juga mencari solusi bagaimana tidak ada yang dirugikan," terangnya.


(das/fdl)