Kacau! Rugi Investasi Asabri di Perusahaan Benny Tjokro Rp 19 Triliun

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 09 Jun 2021 17:25 WIB
Gedung Asabri / Ilustrasi Asabri
Foto: Andhika Prasetia/detiknews
Jakarta -

PT Asabri (Persero) mencatatkan kerugian investasi Rp 19,4 triliun pada 2019. Hal itu disebabkan oleh instrumen saham dan reksadana saham pada perusahaan afiliasi atau milik Benny Tjokro dan Heru Hidayat. Terjadi penurunan nilai investasi portofolio Asabri yang mayoritas terjadi pada 2019.

"Penurunan nilai investasi portofolio Asabri mayoritas terjadi pada tahun 2019, ini puncaknya. Secara kumulatif sebesar Rp 19,4 triliun, disebabkan oleh instrumen saham dan reksadana yang terafiliasi dengan perusahaan milik Benny Tjokro dan Heru Hidayat," kata Dirut Asabri Wahyu Suparyono dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (9/6/2021).

Penurunan utama nilai wajar investasi pada saham dan reksadana saham sebesar Rp 8 triliun. Dijelaskannya, penurunan nilai saham tertinggi adalah PT Alfa Energi Investama Tbk dalam kurun waktu 1 tahun, yaitu penurunan nilai hingga 95% dari harga perolehan.

"Dalam satu tahun tidak bergerak, bahkan turun 95%. Harga perolehan waktu beli Rp 5.837, ini langsung terjun bebas menjadi Rp 326. Artinya terjadi turun 95%," sebutnya.

Kemudian penurunan nilai saham Pool Advista dan NAB reksadana Maybank Asset Management, masing-masing sebesar 83% dan 66%.

"Demikian pula penurunan nilai wajar yang tadi kami sampaikan di dana titipan pemerintah. Ini sudah diatur oleh PMK, itu Rp 11,4 triliun turunnya," jelas Wahyu.

Penurunan nilai saham tertinggi yaitu PT Indofarma Tbk, di mana dalam kurun waktu 3 tahun turun hingga 73%. Pada periode yang sama, terjadi peningkatan investasi di instrumen lainnya sebesar Rp 19 triliun, yaitu penambahan deposito dan SBN.

"Jadi itu gambaran dari kualitas investasi reksadana dan saham sampai dengan tahun 2019," tambah dia.

Simak juga video 'Jaksa Agung: Kerugian Negara Kasus Asabri Rp 22,78 Triliun!':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/dna)