Ada Kebijakan DP 0%, Makin Banyak yang Ambil KPR

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 18:10 WIB
KPR Tapera
Foto: KPR Tapera (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 6,61% pada periode April 2021. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan hal ini sejalan dengan implementasi pelonggaran loan to value (LTV) dan insentif pajak oleh pemerintah.

"Di sektor rumah tangga, permintaan kredit di sektor properti terus membaik tercermin dari pertumbuhan KPR yang tumbuh 6,61%," kata dia dalam konferensi pers, Kamis (17/6/2021).

Memang pada 1 Maret 2021 BI melonggarkan aturan dengan menetapkan LTV dan FTV sebesar 100% untuk kredit properti. Ini artinya dana untuk mengambil kredit properti ditanggung oleh bank seluruhnya. Alias konsumen tak perlu memberikan DP alias 0%.

"Ini sejalan dengan implementasi kebijakan LTV oleh BI dan insentif pajak 6,6% apakah cukup? Belum cukup, tapi perlu kita dorong terus, tapi dibandingkan sektor lain jika total kredit masih negatif," tambah dia.

Pemulihan kredit juga terjadi di sektor UMKM, terutama di sektor perdagangan. Untuk mendorong momentum pemulihan fungsi intermediasi perbankan, berbagai langkah penguatan terus dilakukan melalui sinergi antar otoritas, perbankan, dan dunia usaha untuk menjaga optimisme dan mengatasi permasalahan sisi permintaan dan sisi penawaran kredit dari perbankan kepada dunia usaha.

Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan transparansi SBDK perbankan serta koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas.

Untuk suku bunga di pasar uang dan pasar dana, suku bunga PUAB overnight dan suku bunga deposito perbankan telah menurun, masing-masing sebesar 153 bps dan 207 bps sejak April 2020 menjadi 2,79% dan 3,66% pada April 2021.

Lihat juga video 'Kasus Lahan Rumah DP Rp 0, Ketua DPRD DKI: Anies Tahu Kok':

[Gambas:Video 20detik]