Mengintip Rencana KB Bukopin Jorjoran di Bisnis Digital

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 23 Jun 2021 12:30 WIB
KB Bukopin
Foto: Erika Dyah/detikcom

Benar saja, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam lima tahun terakhir, penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh rumah tangga di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat.

Persentase penduduk yang menggunakan telepon selular terus mengalami peningkatan, hingga pada tahun 2019 saja sudah mencapai 63,53%. Pertumbuhan penggunaan telepon selular ini diikuti pula oleh pertumbuhan kepemilikan komputer dan kepemilikan akses internet dalam rumah tangga yang mencapai angka 18,78% untuk kepemilikan komputer dan 73,75% untuk kepemilikan akses internet dalam rumah tangga.

Namun demikian, Paul mengingatkan agar manajemen baru KB Bukopin juga menaruh perhatian pada upaya-upaya untuk memperbaiki permodalan.

"Permodalan merupakan elemen penting bagi sektor jasa keuangan di mana saja," sambung Paul.

Besarnya peluang ekonomi digital juga pernah diungkapkan Menteri Perdagangan M Lutfi. Menurutnya, nilai transaksi ekonomi digital akan tumbuh menjadi Rp 4.531 T pada 2030 dengan dominasi dari sektor e-commerce. Saat ini sendiri menurutnya ekonomi digital di Indonesia telah menghasilkan sebanyak 4% dari total GDP atau sekitar Rp 632 triliun.

"Pertumbuhan ekonomi digital akan tumbuh 8 kali lipat dari Rp 632 triliun jadi Rp 4.531 triliun," ungkap Lutfi dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/6/2021) lalu.

Melihat begitu besarnya peluang ekonomi digital tersebut, tentu tak berlebihan bagi perbankan untuk bisa menyediakan layanan keuangan yang sejalan dengan kondisi tersebut.

Wakil Direktur KB Bukopin yang juga baru ditunjuk, Robby Mondong mengatakan KB memiliki afiliasi yang sangat banyak dan KB Bukopin sendiri memiliki jaringan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia untuk bisa menjawab peluang ekonomi digital tersebut.

"Transformasi sedang dijalankan, pastinya dari sisi digital juga karena sekarang ini sangat-sangat 'in' mengenai digital ini jadi kita ingin mengenalkan kepada nasabah. Tadi juga sudah disampaikan bahwa budget IT yang cukup besar dan kita bisa memanfaatkannya, pastinya teknologi juga langsung dari kantor pusat," terangnya.


(das/dna)