Uang Nasabah Jenius BTPN Rp 241 Juta Lenyap!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 12:42 WIB
Ilustrasi pembobol bank
Foto: Dikhy detikcom
Jakarta -

Salah satu nasabah Jenius Bank BTPN, Wirawan A Candra mengaku mengalami kehilangan uang sebesar Rp 241,85 juta.

Dikutip dari CNN Indonesia disebutkan dana ini berasal dari tabungan aktif sebesar Rp 21,85 juta dan deposito Rp 220 juta.

Dai laman Facebook pribadinya pada Kamis (22/7). Wirawan menceritakan dia mendapatkan telepon dari nomor WhatsApp +1(225) 240-1221 dan mengaku sebagai call center Jenius Bank BTPN.

Telepon diterima pukul 16.35 WIB pada Sabtu (10/7). Dari telepon itu orang yang mengaku call center Jenius BTPN mengungkapkan jika ada penyesuaian tarif feesible dan meminta Wirawan untuk mengisi formulir pada situs palsu jeniusbtpn.com.

"Sampai tahap ini rekening saya sudah tidak bisa saya akses," ungkap Wirawan dalam unggahan pada lama Facebook Wirawan A Candra, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (26/7/2021).

Kemudian di memeriksa email dari Jenius BTPN pada pukul 16.49. Isinya menginformasikan jika telah terjadi transfer puluhan juta rupiah ke rekening Nur Baithrifka Kurniawati dan ratusan juta ke rekening Jenius bernama Sri Restuti Wulandari.

Dia langsung menghubungi call center pada pukul 17.04 WIB hingga 19.02 WIB di nomor 15000365 sebanyak 17 kali untuk meminta blokir akun miliknya dan tersangka.

Namun Wirawan terkendala data alamat domisili yang dia perbarui beberapa waktu lalu dan tak otomatis terdata di pusat data Jenius. Ia rutin memperbarui data tersebut.

Wirawan mengungkapkan, hal ini adalah kelalaian sistem digital jenius. Pada 18.33 WIB Jenius Bank BTPN memblokir rekening miliknya. Kemudian perusahaan memblokir rekening tersangka atas nama Sri Restuti Wulandari pada pukul 18.36 WIB. Kemudian dia mendapat informasi dari Jenius jika rekening miliknya dan tersangka sudah diblokir.

Hingga Minggu (11/7) dia berkorespondensi dengan Jenius dan jawaban yang diterima masih bersifat template.

Dia kemudian mencetak rekening koran di BTPN KCP Purnabakti dan melaporkan ke Polres Jakarta Utara. Wirawan mendapatkan informasi jika rekening milik Nur Baithi rifka Kurniawati di Bank Mandiri telah diblokir. Namun dua rekening penerima pecahan transfer dari rekening Jenius miliknya tak bisa diinfokan.

Pada Kamis (15/7) dia ke Menara BTPN dan dilayani di booth Jenius. Karena permohonannya ditolak ke atasan.

Akhirnya Wirawan melaporkan untuk kedua kalinya ke Polda Metro Jaya agar kasusnya bisa diproses dengan cepat.

Selanjutnya dia langsung ke Bank Mandiri KCP ITC Cempaka Mas dan Bank Syariah Mandiri atau Bank Syariah Indonesia pada (19/7) dan mendapatkan informasi rekening Nur Baithirifka Kurniawati tak ada di kedua bank tersebut. Rekening tersebut ada di BNI.

Rekening ini masih aktif, berbeda dengan laporan yang dia dapatkan dari Jenius. Pada Selasa (20/7), ia menanyakan perihal pemblokiran rekening BNI atas nama Nur Baithirifka Kurniawati melalui kanal Twitter @jeniushelp. Namun, Wirawan tak mendapatkan jawaban yang ia inginkan.

"Hanya diminta menelepon call center dengan jawaban template, bahkan saya direct message di kanal Instagram @jeniusconnect tidak dijawab sama sekali," ujar Wirawan.

Wirawan mengaku sudah mengadukan hal ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, OJK akan melakukan evaluasi terhadap kejadian ini.

"Sudah ada laporan dan katanya mau dievaluasi," ucap dia.

Tanggapan BTPN terkait perkara tersebut ada di halaman berikutnya.