Ekonomi Syariah RI Kalah dengan Malaysia, Ini Biang Keroknya

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 28 Jul 2021 11:23 WIB
Jakarta -

Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim. Ekonomi dan keuangan syariah pun menjadi perhatian pemerintah. Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengungkap posisi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia berada di urutan keempat secara global.

Sekretaris Jenderal MES, Iggi Haruman Achsien mengatakan urutan pertama diduduki Malaysia. Dia menjelaskan ada beberapa penyebab dan perbedaan sistem ekonomi dan keuangan syariah di Malaysia dan Indonesia.

"Padahal skala atau luasannya Malaysia nggak sebesar itu orang kan selalu 'Kenapa gitu ya?'. Kalau kita selalu membandingkan Malaysia, 'Indonesia agak lama ya kalau buatnya'. Ya udah nggak apa-apa kita bersyukur aja karena ada perbedaan," kata Iggi dalam Blak-blakan detikcom, dikutip Rabu (28/7/2021).

Iggi mengungkap pemerintah Malaysia membuat dan mengembangkan langsung ekonomi dan keuangan syariah, bahkan diberikan insentif. Sedangkan Indonesia berangkat dari inisiatif masyarakatnya sendiri.

"Contoh aja Undang-Undang Bank syariah, kemudian belakangan setelah udah ada inisiatif perlunya bank syariah misalnya Bank Muamalat. Kalau kita ingat lagi sebelum ada UU maka peraturannya dari banyak inisiatif-inisiatif. Gagasan itu dan jalannya dari publik," ujar Iggi.

Menurut Iggi, ekonomi dan keuangan syariah menjadi motor utama dalam pertumbuhan ekonomi. Hal itu dibuktikan dengan pertumbuhan lembaga keuangan syariah pada 2020 yang tumbuh positif meski di tengah pandemi.

"Contoh di tahun 2020 kemarin lembaga keuangan syariah tumbuh positif walaupun lagi pandemi, dibandingkan dengan yang konvensional," ungkapnya.

Iggi mengatakan kini pemerintah sudah menyadari pentingnya ekonomi dan keuangan syariah dalam pertumbuhan ekonomi. Namun, Iggi berpendapat pemerintah perlu memberikan dorongan baru untuk pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang baik di Tanah Air.

"Belakangan-belakangan ini kan pemerintah juga mulai menyadari bahwa ekonomi dan keuangan syariah itu salah satu motor pertumbuhan ekonomi saat ini, salah satu sarana untuk pemerataan," imbuhnya.

(ara/ara)