Hati-hati! Ada Penipuan Ngaku Debt Collector Bank Danamon

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 03 Sep 2021 14:05 WIB
Ilustrasi penipuan online
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Seorang pegawai swasta, Syarifa Nadia, kaget saat ada seorang yang mengaku debt collector Bank Danamon menghubunginya tiba-tiba. Padahal, ia bukan nasabah dari Bank Danamon.

Debt collector tersebut juga sempat menghubungi kantor Syarifa yang memiliki cabang di Bandung dan menanyakan pegawai atas nama dirinya.

"Waktu itu yang angkat editor Bandung, dia langsung kasih nomorku, karena tidak paham juga. Akhirnya collector ini menghubungi, dia tanya apakah aku tinggal di perumahan Graha Bandung, kerja di Asia Afrika sampai nama ibu Aisha," kata dia saat dihubungi detikcom, Jumat (3/8/2021).

Syarifa disebut memiliki utang kartu kredit di Danamon sejak 2015. Padahal dia sama sekali tidak punya tabungan, kartu kredit atau KTA di bank Danamon.

"Kolektor ini mengaku namanya Dewi Nurul dan dia bilang adalah pihak ketiga dari Danamon. Aku tantangin ketemu langsung di Danamon Jakarta, dia ngeles, katanya mereka pihak ketiga," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut Pengamat IT sekaligus Chief Digital Forensic Indonesia, Ruby Alamsyah mengungkapkan modus itu terindikasi murni social engineering.

Biasanya pelaku menggunakan data-data masyarakat yang pernah bocor. Nah untuk memastikan hal itu benar atau tidak. Orang yang dihubungi oleh debt collector ini bisa meminta surat penunjukkan dari bank sebagai pihak ketiga.

"Minta juga surat tugas dari kantor debt collector plus identitas orang tersebut. Lalu minta dokumen yang menyatakan kita sebagai kreditur serta jumlah tunggakan dan detilnya," jelas dia.

Lanjut ke halaman berikutnya.